Sabtu, 31 Juli 2021

Menjadi Muslim Kontributif (Pengalaman Bergabung Kerelawanan di Berbagai Komunitas Sosial)

 

Setiap muslim idealnya harus bisa balance pada 3 aspek penting, yaitu keimanannya harus bagus, prestasinya bagus, serta kontributif. Ia mampu memberi kontribusi aktif ke lingkungan sekitarnya.

Ketika menjadi mahasiswa, kita dituntut juga aktif membantu sesama baik kepada teman, tetangga kosan maupun orang lain. Bila dihitung secara materi mungkin tidak langsung memberi keuntungan sama sekali. Hal ini disebabkan adanya ego manusia berupa hawa nafsu yang bila didominasi tanpa keimanan akan sangat materialistis, selalu ada pola pikir , “apa untungnya ini buat gue?”.

Tantangan yang dihadapi saat ini adalah sistem pendidikan kita sangat mengagung-agungekan materialisme, dimana kita harus meraup untung sebanyak-banyaknya dengan upaya seminim-minimnya.

Namun, kembali kita ingat akan perkataan manusia mulia sepanjang massa, Rasulullah saw., bahwa manusia yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Maka muslim dituntut untuk menjadi manusia paripurna yaitu yang kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh orang lain. Hati-hati jika hari ini kita hanya mengejar sesuatu yang bersifat duniawi, bisa dibilang hidupnya tidak balance.

Ketika kita hanya focus mengejar nilai setinggi-tingginya, ingin meraih prestasi setinggi-tingginya, mencapai kesuksesan diri tanpa dilandasi dengan keimanan dan tanpa memikirkan apa yang bisa kita lakukan ataupun kontribusi apa yang bisa diberikan untuk membuat dunia ini lebih baik.

Tak heran jika kini akhirnya banyak orang yang pintar, banyak orang yang memiliki keterampilan bagus dan intelektualnya tinggi tapi tidak ada manfaat dan kontribusinya untuk orang lain. Oleh karena itu, yang harus jadi mindset kita sebagai muslim mulai hari ini adalah bagaimana cara untuk dapat memberikan sebanyak-banyaknya bukan eksploitasi sebesar-besarnya.

Mari sejenak kita buka Al-Quran dalam surat Al Baqarah ayat 30-39 (dibaca juga artinya yah ^_^), tentang konsep khalifatul ‘ardh. Allah beri kelebihan pada manusia dibandingkan dengan malaikat dan ciptaan Allah yang lain berupa kemampuan berpikir untuk mengemban ilmu. Dengannya Allah berikan amanah kepada manusia untuk memimpin dan mengatur bumi menjadi lebih baik.

Maka memang tugas menjadi muslim prestatif dan kontributif adalah peran yang Allah berikan untuk manusia. Kini tugas kita adalah menjadikan ilmu-ilmunya Allah sebagai hal yang akan menjadikan buah karya kebaikan kelak. Semua potensi dan kemudahan yang sekarang sudah kita dapatkan adalah privilege yang Allah berikan untuk kita bagikan ke orang lain.

Umat terbaik adalah umat yang dilahirkan kepada manusia untuk mengajak kebaikan dan mencegah keburukan. Orang yang mau jadi leader adalah dia yang mampu berkontribusi menciptakan kebaikan.

Terkadang masih kita temui juga orang-orang yang dalam tanda kutip tidak mau surga, yang berfikiran,” ngapain si ngajak orang, ya baik mah baik aja sendirian”. Sebetulnya kontribusi ini adalah bentuk tanggung jawab atas potensi yang kita miliki sekarang.

Sekarang kita kutip dari Hadits Riwayat Tirmidzi, “Kaki anak Adam tidaklah bergeser pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga akan ditanya tentang 5 hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia perjuangkan, tentang hartanya darimana dia peroleh dan kemana dia belanjakan, dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya”.

Sekarang giliran kita,

Peran terbaik apa yang kita mainkan?

Apa yang akan kita persembahkan untuk-Nya?

Ternyata bukan angka-angka atau nilai dari ilmu yang dipertanyakan tapi buat apa ilmu yang telah didapat.

Allah juga sudah mention dalam QS. Al-Qashash:77, yang pertama kali adalah tentang mencari pahala untuk kebahagiaan negeri akhirat, privilege yang Allah kasih adalah untuk mengupayakan hal itu. Sedangkan hal lainnya juga janganlah melupakan kenikmatan hidup di dunia. Kebahagiaan dunia secukupnya saja tapi eksploitasi sebanyak-banyaknya untuk upaya kebahagaiaan hidup di akhirat.

Mau tidak mau kontribusi amal yang kita upayakan sebenarnya adalah bentuk dari rasa syukur kita karena Allah telah berikan nikmat keimanan. Sehingga disebutkan dalam sebuah kisah bahwa rasulullah saw. pun mengungkapkan syukurnya dengan sholat yang berjam-jam sampai kaki beliau bengkak.

Kita tidak pernah tahu apakah di akhir kehidupan kita masih dalam kondisi keimanan, maka jangan sampai membuat Allah mencabut kenikmatan itu. Wujudkan segera dalam bentuk amal-amal kebaikan yang Allah ridhoi.

Jadi apa yang kita kejar dalam berkontribusi?

Maka kembali kita simak kandungan dalam QS. As-shaf ayat 10-13, perniagaan paling untung kata Allah adalah berdakwah dengan harta dan jiwa kita, lalu Allah balas dengan surga dan seisinya.

Ketika kita mau capek-capek berkorban harta, waktu, pikiran dan semuanya hanya dengan mengingat hal ini adalah untuk mendatangkan ridho Allah. Bentuk kesadaran bahwa jalan ini adalah jalannya yang dipilih oleh para Rasul, para Shidiqin yang mati syahid. Semua itu mampu mejadikan kita hidup dengan memiliki jiwa-jiwa yang tenang.

Banyak para ilmuwan dan cendekiawan muslim terdahulu telah menciptakan karya hebat, semua karena dorongan iman. Sebagai satu contoh ada Al khawarizmi menciptakan aljabar karena keresahan umat muslim saat itu yang mengalami kesulitan dalam menghitung waris.

Bagaimana dengan kita hari ini, sebagai mahasiswa, woman carier, dan seterusnya kira-kira kontribusi  apa yang sudah kita berikan, karya-karya dan amal-amal apa yang sudah kita lakukan dari ilmu yang sudah kita miliki? apakah smuanya sudah dilandasi karena iman?

Langkah-langkah untuk menjadi muslim prestatif dan kontributif ada 3 hal: pertama perbaiki diri sendiri, kedua seru orang lain dan yang terakhir maksimal dalam  berkontribusi. Ketiganya harus seiring sejalan, tidak bisa aku perbaiki diri dulu deh baru nanti memperbaiki orang lain, yang bisa seperti itu hanya Rasulullah saw. manusia teladan dan sempurna. Sedangkan kita sebagai manusia biasa sering mengalami yang namanya futur (level keimanan yang turun) jadi kita harus parallel, ya memperbaiki diri ya menyeru orang lain. Kenapa diri sendiri harus diupayakan terus lebih baik lagi, sebab inilah yang akan menghidupkan jiwa dalam upaya melakukan kontribusi.

Cara menghidupkan jiwa adalah dengan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, Rasul dan berjihad dijalan-Nya. Cinta yang ini tidak bisa hadir sendiri, beda cinta kepada uang, popularitas, jabatan, apapun yang bersifat duniawi, itu pasti udah jadi defaultnya manusia dalam arti tidak perlu diupayakan pasti sudah jadi kecintaan yang otomatis hadir dalam jiwa manusia.

Sedangkana cinta pada Allah dan Rasul harus ditumbuhkan dengan memperbaiki hubungan pada Allah. Salah 1 indikatornya dengan melihat intensitas kita kepada alquran, interaksi dengan Allah lewat ayat cintanya. Semager apapun upayakan tetap tilawah minimal 1 juz, tidak hanya membaca lewat lisan tapi memahami tafsir dan membaca Shirah Rasul juga. Belajar dari para generasi terbaik /salafus shalih. Hal ini akan sangat membantu saat mager berkontribusi melanda diri dan jiwa -jiwa kita.

Maksimalkan seluruh potensi yang Allah beri, self development, suka belajar, suka mempelajari hal baru, menjalankan peran saat ini sebaik-baiknya, tentunya semuanya dilakukan karena Allah.

Karena perlu disadari juga bahwa setiap kita adalah da’i, penyeru. Dimana saja kita berada kita harus mampu menyeru kebaikan dan mencegah keburukan. Baik dimedsos ataupun real life.

Pandemic ini banyak para bintang Allah yang telah berpulang, kita tidak tahu sudah sampai manakah kaderisasi ini. Maka pilihan taat adalah sikap yang terbaik. Saat membuat life plan, sambil pikirkan. Apakah yang bisa kita berikan dari apa yang kita miliki saat ini, kebaikan apa yang bisa kita ulurkan. Kontribusi apa yang bisa kita lakukan.

Sekali lagi,

Tentang berkarya, ternyata bukan tentang seberapa lengkap fasilitas yang kita miliki, bukan tentang seberapa mahal peralatan yang kita punya. Ini tentang keimanan yang berpadu dalam ketaatan. Seberapa kuat ia menggebu untuk mampu bermanfaat bagi sebanyak mungkin manusia.

Jika suatu saat, kita berada dalam kondisi yang mengharuskan kita untuk menjalankan sesuatu yang bukan passion kita, tapi mampu mendekatkan pada Allah, maka lakukanlah dan cintai pekerjaan itu dalam-dalam. Nanti akan kita temui berjuta hikmah indah mengharukan.

Selamat berkontribusi, melebarkan aksi nyata, meninggalkan jejak kebaikan sebaik-baiknya, dalam upaya menabung pahala jariyah, sehingga ridho Allah kita raih, dan kelak Rasul bangga pada kita, umatnya yang merindukan syafaat saat perjumpaan dengan beliau di surga kelak menjadi nyata.

 [Terinspirasi dari Karya Farah Qoonita “Seni Tinggal di Bumi”]

Sabtu, 27 Maret 2021

Tips Jitu Atur Keuangan di Masa Pandemi Covid-19

sumber: google images

Masa pandemi dipenuhi dengan ketidakpastian. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya, banyak perusahaan yang berkurang pendapatannya. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan agar tetap stabil?

1. Buat Daftar Pengeluaran Tetap dan Tidak Tetap


sumber: google images 

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang nominal tiap bulannya sudah pasti, misalnya: cicilan rumah, kendaraan, asuransi dan sebagainya. Dengan demikian, akan lebih mudah dicatat dalam penentuan besarannya. 
Berbeda dengan pengeluaran tetap, pengeluaran tidak tetap akan lebih bervariasi dan fleksibel besaran nominalnya. Oleh karena itu, saran saya bagi pengeluaran tidak tetap ke dalam biaya harian, mingguan dan bulanan. Dalam membuat perkiraan bisa melihat budget rata-rata selama minimal 3 bulan. Hal ini untuk membantu anda mengatur secara detail dan spesifik pada pos pengeluaran tidak tetap. Buatlah sesuai dengan preferensi dan skala prioritas lalu disiplin untuk mematuhinya. Supaya terhindar dari pengeluaran besar diluar anggaran yang sudah terencana. 
Contoh pengeluaran tidak tetap yang bisa anda perhatikan: 
a. biaya listrik dan air dalam sebulan
b. biaya transportasi ke kantor dalam sepekan 
c. biaya makan sehari 

2. Belanjakan Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan


sumber: google images

Prioritaskan pengeluaran untuk hal yang pokok dan wajib dipenuhi dahulu. Pertama, untuk kebutuhan pokok, seperti makan dan minum. Kemudian sisihkan untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Setelah itu baru ke biaya lain seperti pajak dan cicilan utang jika ada. 
Pengeluaran untuk pemenuhan keinginan, seperti untuk hobi dan gaya hidup sebaiknya dikurangi, terutama bila kondisi keuangan anda masih belum sehat. 

3. Manfaatkan Diskon dan Promo

sumber: google images

Beberapa moment dimanfaatkan oleh sebagian penjual untuk memberikan diskon besar-besaran. Dengan begitu anda bisa menggunakan peluang tersebut untuk mengurangi pengeluaran anda. Tapi, pastikan bijak ya, walaupun diskon dan promo tentu harus disesuaikan kembali dengan kebutuhan dan anggaran. Jangan sampai menjadi overbudget ya. 

4. Sisihkan Dana Darurat
sumber: google images

Salah satu tips menyelamatkan kondisi keuangan di tengah pandemi adalah dengan menabung. Menabung memudahkan anda jika memerlukan dana di saat kondisi terdesak dan mendadak. 
Berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menabung diantaranya: 
 a. menyisihkan sebagian uang tepat setelah gajian
 b. menabung dari sisa pengeluaran yang dianggarkan
 c. mengumpulkan kembalian sisa belanja atau bertransaksi 
Lebih baik menyisihkan langsung di awal saat menerima pendapatan. Hal ini untuk mengamankan pos tabungan dari pengeluaran biaya tak terduga. 

5. Investasi untuk Tujuan Jangka Pendek maupun Panjang


sumber: google images

Tuliskan mendetail hal-hal yang menjadi tujuan investasi jangka pendek dan panjang. Tuliskan juga jumlah uang yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut di masa depan dengan menggunakan estimasi inflasi tahunan. Lalu pilihlah berbagai instrumen investasi yang cocok dengan profil risiko Anda. 

6. Cari Penghasilan Tambahan

sumber: google images

Bagi anda yang merasa memiliki pendapatan belum cukup, maka tips terakhir yang bisa saya berikan adalah dengan mencari penghasilan tambahan. 
Anda bisa coba usaha berikut untuk menambah penghasilan anda:
 a. membuka usaha minim modal atau tanpa modal sekalipun, misal: menjadi reseller dengan sistem dropship
 b. kerja paruh waktu (freelance)
 c. berjualan di online shop 

Menerapkan tips mengatur keuangan setiap bulan adalah suatu hal yang penting sekali untuk mulai diterapkan, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Awalnya mungkin akan terasa sulit dan berat untuk menerapkannya karena belum terbiasa. Namun, apabila dilakukan secara terus-menerus pasti akan jadi terbiasa dan dapat merasakan manfaatnya. 
Semoga kita bisa melewati masa sulit ini bersama-sama.[LTL]

Sabtu, 20 Maret 2021

8 Langkah Praktis Menulis Yang Wajib Diketahui oleh Pemula

 

sumber: google images

Menulis adalah aktivitas literasi yang bisa dilakukan hampir semua kalangan manapun. Apalagi di zaman digital dan serba online sekarang, begitu mudahnya bagi setiap orang untuk mengakses tulisan maupun untuk menulis. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan setelah kita menulis, salah satunya adalah menjadikan pikiran dan jiwa tenang (self healing). Berikut kita simak langkah-langkah praktis menulis bagi pemula:

1) Miliki kemauan kuat dan menanamkan mindset menulis itu mudah.

“Menulis bukanlah suatu bakat, namun menulis adalah perpaduan latihan dengan waktu yang disediakan”(Ust.Satria Hadi Lubis). Menulis adalah perpaduan dari mindset kita yang kemudian diaplikasikan pada praktek. Menulis akan menjadi mudah selagi kita memiliki sebuah niat, keinginan dan dorongan yang kuat. Kemauan dan tekad yang kuat untuk mau terus belajar dan berlatih mengolah kata menjadi paragraf utuh. Menulis itu mudah dan  menyenangkan. Kalimat ini mampu memberikan cara berpikir yang positif bagi pemula yang ingin belajar menulis.

2) Mulailah menulis.

            Pramudya Ananta Toer, seorang penulis yang sangat produktif dari Blora, pernah berkata “tulislah apa saja yang kau mau tulis, suatu saat nanti pasti ada gunanya”.  Hal ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh pemula : Mulai menulis!. Tulisan yang kita anggap sebagai coret-coretan tak berguna bahkan tidak penting, bisa jadi kelak akan menjadi manfaat bagi pembaca. Kemmpuan dan kualitas tulisan akan  lahir seiring dengan banyaknya kemauan untuk terus menghasilkan  coretan-coretan.

3) Menulis dari tema yang dikuasai.

            Kebanyakan  pemula biasanya mengalami kebingunan tentang, mau menulis apa? Mulai dari mana?, bagaimana cara mengawalinya?. Tenang dulu, jika sedari awal sudah ada niat untuk belajar maka mulailah menulis dari tema yang sudah dikuasai, meski terasa “sepele”. Buatlah satu tulisan untuk satu tema, kumpulkan semua ide dari yang dilihat, dengar dan rasakan. Segera menulis apa yang ingin ditulis, jangan takut salah  karena kuncinya adalah semakin banyak salah akan semakin banyak belajar. Jangan menunggu tulisan yang sempurna, karena tidak ada tulisan yang sempurna.

4) Jangan terpaku pada aturan baku kepenulisan.

            Ketika kita bicara  pasti senang jika orang yang kita ajak bicara mengerti maksud dari apa yang kita bicarakan. Seperti halnya dengan menulis, tuangkan saja apa yang ingin kita tulis dalam benak kita. Kita kesampingkan dulu aturan-aturan yang super rumit soal kepenulisan. Aturan yang dimaksud adalah tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau sekarang disebut dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), tanda baca, anak  kalimat-induk kalimat, dan seterusnya. Kita kesampingkan bukan berarti kita menghilangkannya. Intinya bagi pemula adalah menanamkan kecintaan dan kemauan pada dunia menulis dulu.

5) Tuangkan ide segera dengan menulis.

            Menuangkan  ide tulisan bisa beragam bentuknya. Apalagi di era digital dan kecanggihan teknologi serta keterbukaan akses informasi sekarang, banyak media pembelajaran yang bisa digunakan seperti media sosial, blog pribadi, dan lainnya. Bagi penulis pemula yang ingin belajar, jangan ragu mempublikasikan tulisan di blog, hal ini bisa bermanfaat sebagai sarana belajar, mengasah kemampuan menulis maupun dapat disimpan sebagai arsip. Kebiasan menulis yang terus dilatih akan menghasilkan kemampuan pengolahan kata yang lebih baik dan penempatan diksi yang tepat.

6) Miliki hobi membaca untuk menulis.

            Membaca adalah bahan untuk memperkaya tulisan. Membaca tidak harus bersumber dari buku. Membaca bisa dilakukan dengan membaca dalam artian sebenarnya ataupun membaca dalam artian kepekaan untuk melihat situasi dan alam sekitar. Dengan demikian, tulisan yang dituangkan akan memiliki kekuatan yang mampu menggerakkan pembacanya

7) Ciptakan suasana menulis yang nyaman.

            Beberapa orang bisa produktif menulis di ruang kerja yang sepi dan minim gangguan. Sebagian lagi bisa menulis dengan cepat ketika di suasana ramai seperti sebuah cafĂ©. Ada orang yang produktif di malam hari, dan yang lain sangat produktif di pagi hari. Pada intinya, kita harus mengetahui dalam situasi apa yang paling cocok untuk menulis. Beberapa hal yang dipertimbangkan bisa berupa waktu, tempat, kondisi sekitar dan alat.

8) Menulis untuk cita-cita kebaikan jangka panjang.

            Helvy Tiana Rosa, Sastrawan dalam Forum Lingkar Pena, menuturkan bahwa: “Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah”. Menulis akan memperpanjang keberadaanmu di dunia dan amalmu di akhirat kelak. Seperti yang sudah disinggung di awal bahwa menulis itu seperti bicara. Perbedaannya adalah menulis itu abadi karena terikat, sedangkan perkataan akan menguap hilang ditelan waktu. Rasulullah dalam salah satu hadist bersabda: “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. at-Thabarani). Tanpa adanya tulisan, kita tidak mengenal dan mengetahui jejak peradaban di masa lampau. Salah satu dari kehebatan tulisan diantaranya adalah dia akan abadi lebih lama dari penulisnya. Oleh karena itu, buatlah tulisan yang kita harapkan kelak mampu membuat orang yang membaca merasa tergugah, memberikan dampak dan menjadi solusi.

Jadi, tunggu apalagi?

Selamat mencoba, mulailah menulis dan selamat datang di dunia penulis. [LTL]

Senin, 21 Desember 2020

Bingung mau jualan apa dan mulai darimana? Coba cara ini deh…


                                                                                                                sumber: google

Hallo sahabat, ketemu lagi ditulisan perdana saya mengenai tips sederhana memulai jualan. Ditengah suasana pandemic yang saya sendiri tidak tahu sampai kapan, membuat kita harus berpikir lebih kreatif untuk menghasilkan cuan dari penghasilan sampingan jika kita memiliki pekerjaan tetap, ataupun jika menjadi penghasilan utama bisa menjadikan bisnis kita nanti tidak mati ditengah jalan. Pandemi bukan akhir dari segalanya, kehidupan terus berlanjut dan mungkin ini adalah saat yg tepat memulai sesuatu yg baru.

Nah, tanpa berlama-lama mari kita simak pembahasan berikut ini, cekidot:

1. "Bercermin dan Ketahui minat diri sendiri "

Sebelum terjun ke lapangan, mari kita buat analisis sederhana tentang jenis usaha yang akan sahabat jalani. Pertama, hal sederhana yang perlu sahabat lakukan adalah coba cari tahu bidang apa yg diminati. Renungkan sejenak, apakah bidang yang selama ini diminati bisa menjadikan pundi-pundi uang jika diseriuskan, atau jika belum ada bisa dibalik dengan menjawab pertanyaan akan apakah kelak ide jualan yang akan dijalani nanti sesuai dengan minat saya sehingga kelak saya menikmati perjalanan mengembangkannya. Mulai periksa lagi peluang-peluang kecil yg bisa menambah peluang cuan-cuan datang tanpa perlu banyak modal

2. Pastikan punya niat yg baik.

Kenapa disini membahas soal niat atau tujuan? kembali lagi ke langkah awal mengenai bercermin terhadap minat dalam memulai jualan. Hal selanjutnya yang perlu sahabat perkuat adalah niat yang baik, sebab jika hanya untuk mendapat uang, maka akan tidak mudah merasa puas dan tenang. Tapi jika niat sahabat memulai jualan adalah untuk membantu orang lain ditambah mencari pahala (lillahita'ala untuk ibadah), maka hati akan mudah merasa tenang serta dipenuhi rasa syukur saat menjalani jualan.

 

Nah, dari langkah nomer 2 tadi ada tiga cara nih yg bisa dilakukan untuk membantu konsumen dengan mendapatkan produk terbaik:

Pertama : Tanyakan langsung kepada target market/ calon pembeli.

Sebagai pedagang, sahabat harus mengenali siapa target market/ calon pembeli dengan cara: pahami masalahnya atau survey sederhana mengenai apa yang sedang ia butuhkan, apa yang diharapkan dan produk apa yang pernah ia coba, apa ketidak puasan yang pernah ia alami terhadap produk tersebut. Jangan lewatkan informasi sekecil apapun darinya, catat dan ingat baik-baik secara mendetail. Sebab bisa jadi sahabat menjadi jalan solusinya melalui produk  sendiri yang dijual nantinya. Dan dialah yang menjadi sasaran pembeli pertama. ^_^

#tips: lakukan obrolan ini pada minimal 5-8 orang.

Kedua: Riset produk yang paling laku di marketplace.

Ini adalah jalan ninjaku jika belum bisa bikin produk sendiri. Setelah mendapat hasil survey tadi sahabat harus melakukan langkah kedua yakni membuat riset produk terlaku dimarketplace, dengan cara melakukan urutan pencarian berdasarkan ulasan/penjualan terlaris. Sehingga dapat dibuat kesimpulan yang lebih mengerucut mengenai produk apa yang akan sahabat mulai jual dan dapat menghindari produk tidak laku di pasaran.

Ketiga: Gabung dalam program reseller.

Sahabat jangan ragu untuk mencari teman seperjuangan. Cari dan ikuti program jualan yang memiliki grup reseller/ anggota keagenan yang terpercaya dan segera join didalamnya. Karena biasanya program jualan dengan grup reseller ini akan dilatih dan diberi motivasi untuk terus beriklan atau membuat penawaran produk minimal setiap harinya. Belajar terus-menerus dari berbagai orang yang sudah pengalaman dan mencoba hal-hal baru didalamnya, maka sahabat akan terus merasa bahwa jualan bukan sekedar tentang closing/ laku terjual saja.

#tips.: apapun produk yang dijual, ingatlah agar produk tersebut merupakan alat untuk menjadikan kehidupan pembeli jadi lebih baik.

Oleh karena itu, jangan sampai kesampingkan kualitas produk dan layanan hanya karena ingin mengejar keuntungan.

Yang terpenting sebagai seorang muslim(ah), selalu perhatikan adab dalam bermuamalah/ mau mempelajari dan menerapkan fiqh muamalah dengan istiqomah..sehingga berdagang menjadi salah satu jalan ikhtiar kita meraih Ridho Illahi, agar kita diterima diJannah Nya nanti..

3. Terima Tantangan

Ingat sabahat, Berbisnis/ jualan bukan semata mau menerima untungnya saja. Namun juga perlu kesiapan mental untuk menghadapi pesaing yg sudah terbiasa berniaga. Perlu strategi dan trik dalam menghadapi tipe dan karakter pembeli hingga pelanggan maupun sesama penjual yang beraneka ragam. Kita tak akan pernah tau sampai kita mencobanya. Temukan dan rasakan pengalaman sendiri saat berbisnis. Rumusnya "Hadapi, Hayati, Nikmati".

4. Belajar dari pengalaman.

Tahap selanjutnya adalah, sahabat harus bersiap menjadi pembelajar. Sebab sebaik-baik ilmu adalah pengalaman  dan sebaik-baik pengalaman adalah yang membawa pada perbaikan. Jadi jangan takut terlambat memulai, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

5. Berbagi dengan sesama rekan bisnis.

Pada kehidupan ada siklus yg namanya belajar dan mengajarkan. Maka saat sahabat memulai terjun jualan sebagai pemula ada baiknya memiliki mentor bisnis/kelompok sehingga jika sedang mengalami titik terendah dalam usaha tidak lantas menyerah. Penting bagi sahabat, jika muslim, coba ingat-ingat lagi salah satu hadits yang mengatakan bahwa: "9 dari 10 golongan yang masuk surga adalah pedagang yang jujur/ amanah". Maka, jadikanlah sahabat bagian dari jenis pedagang yg layak masuk surga.

5. Open mind.

Tidak saklek dan kaku adalah koentji dalam berbisnis di era sekarang. Dimana persaingan bukan lagi tentang senioritas namun soal strategi dan ketangguhan dalam berinovasi produk yang dijual. Jadi, jangan malu belajar tentang bisnis /jualan meski hanya tanya hal yg sepele. Bisa jadi itu adalah jalan peluang sahabat untuk memulai jualan.

Sebagai closing statement_

Jangan ragu atau malu berjualan/bisnis karena ini adalah ibadah agar terwujud salah 1 muwasafst tarbiyah: Qodirun ‘alal Kasbi

Dan juga,

Allah SWT telah menghalalkan praktek jual beli yang sesuai dengan ketentuan dan syari'atNya.

dalam Surat Al Baqarah ayat 275 yang artinya:” … Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… (Q.S. al-Baqarah: 275)

Selamat mencoba , semoga cocok yah. Ambil baiknya, perbaiki yang buruk.

Salam niaga sukses dunia untuk akhirat


                                                                                                          sumber: dok.desamind

Ⓛⓘⓝⓓⓐⓒⓗⓐⓝ

 

 


Jumat, 27 November 2020

Senyum, Salam, Sapa, Sopan Santun dan Santuy

Assalamu'alaikum Wr. Wb :) Sahabat Blogger :)


Sebelum beranjak ke artikel lain, yuk mari kenalan dulu ,,

Sahabat blogger semua bisa panggil aku "Linda", dari nama lengkapku "Linda Tri Lestari. sebetulnya ada nickname yang aku sukai, yakni Lindachan. Chan diambil dari kata sapaan dalam bahasa Jepang, yang artinya kurang lebih "anak perempuan yang disayang/ kesayanan", atau kalau dalam istilah bahasa Arab bisa disamakan dengan "ukh/ukhti". Tapi karena aku suka dengan hal-hal tentang Jepang, aku pakai kata -chan ini sebagai sisipan dinama panggilan. Aku dilahirkan menjadi si bungsu di keluarga. Yaps, aku anak terakhir dari 3 bersaudari (yuhu, bersaudari ya karena 2 kakakku adalah perempuan ^_^). 

Sekarang ini aku tinggal di kota kelahiranku, salah satu daerah di Jakarta Timur, tepatnya di Kramat Jati. Sebelumnya aku sempat menamatkan sekolah SD hingga SMK (setingkat SMA) di daerah Purworejo, Jawa Tengah. Lalu setamatnya dari SMK, alhamdulillah, jalan hidupku membawaku pada beasiswa  kuliah S1 disebuah kampus swasta bernuansa Islami didaerah Depok. Aku mengambil jurusan yang linear dengan jurusan saat SMK, yaitu Akuntansi (dikampus menjadi Akuntansi Syariah). Empat tahun berkecimpung dalam literasi Islami dan segala hiruk pikuk serta isu yang ada di circle hidupku selama menjadi mahasiswi ekonom rabbani (Ekonomi Syariah), menyadarkanku bahwa menjadi muslim bukan hanya seputar ibadah shalat serta rangkaian rukun Islam dan Iman saja, tapi ada di berbagai belahan sisi hidup ini. 

Dan, ditambah lagi sekarang ini karir yang kutempuh semenjak lulus kuliah selalu dikelilingi dengan lingkungan Islami /bernuansa religi, sehingga semakin memantapkaku untuk dapat menjalani ajaran Islam secara keseluruhan. Bekerja di sebuah kantor swasta nirlaba yang bergerak dibidang zakat, infak sedekah dan wakaf, secara sadar semakin memotivasi diriku untuk dapat berbuat lebih demi agamaku ini. Rutinitas harianku mulai senin-jumat adalah sebagai salah satu staff keuangan. Weekendku diupayakan tidak jauh dari kegiatan produktif, seperti mengikuti kegiatan komunitas pergerakan dan juga kontribusi aktif untuk sekitar. Sedari sekolah SMK dulu karena  aku tinggal jauh dari keluarga alias kos, maka banyak kegiatan ekskul bisa aku ikuti dan memang atas restu dan saran oleh ayahku juga dengan harapan agar waktuku usai sekolah tidak terbuang sia-sia (love you dad!). Saat ini, aku juga mendapat amanah sebagai koordinator penggerak kegiatan ekonomi dan bisnis dari salah satu kegiatan/ komunitas yang sedang aku ikuti.

Berbekal background kuliah, kerja dan kegiatan komunitas yang aku ikuti, membuatku ingin terus berbagi, menggerakkan serta menginspirasi sahabat blogger melalui tulisan dari hal-hal yang sudah, sedang ataupun akan aku alami. Sebab, layaknya ilmu harus diikat dengan tulisan. Maka, jadikanlah tulisanmu membuat orang mendapat ilmu/wawasan/inspirasi, sehingga harapannya kelak tulisanku ini bisa menjadi pahala jariyah atas ilmu yang dapat dibagikan. Meski masih sebuah goresan sederhana semoga bisa dinikmati dan dijadikan bahan referensi sabahat. 
Makanya nih kalo sahabat blogger mau tau seputar tips keuangan, kegiatan sosial, atau tentang dunia kerelawanan bisa nih kita sharing. Karena hal-hal tersebut relate banget sama keseharian aku yang tadi sudah aku ulas diawal. 

Sekian perkenalan singkat diriku ya sahabat, selamat bergabung diblog aku dan silakan jika ingin bertanya dan meninggalkan jejak dikolom komentar. Semoga bermanfaat untuk kalian semua sahabat blogger :)). Jangan lupa tetap Senyum, Salam, Sapa, Sopan Santun dan Santuy (^_^)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb :)


                                        Ⓛⓘⓝⓓⓐⓒⓗⓐⓝ