Masa pandemi dipenuhi dengan ketidakpastian. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya, banyak perusahaan yang berkurang pendapatannya.
Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan agar tetap stabil?
1. Buat Daftar Pengeluaran Tetap dan Tidak Tetap

sumber: google images
Pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang nominal tiap bulannya sudah pasti, misalnya: cicilan rumah, kendaraan, asuransi dan sebagainya. Dengan demikian, akan lebih mudah dicatat dalam penentuan besarannya.
Berbeda dengan pengeluaran tetap, pengeluaran tidak tetap akan lebih bervariasi dan fleksibel besaran nominalnya. Oleh karena itu, saran saya bagi pengeluaran tidak tetap ke dalam biaya harian, mingguan dan bulanan. Dalam membuat perkiraan bisa melihat budget rata-rata selama minimal 3 bulan. Hal ini untuk membantu anda mengatur secara detail dan spesifik pada pos pengeluaran tidak tetap. Buatlah sesuai dengan preferensi dan skala prioritas lalu disiplin untuk mematuhinya. Supaya terhindar dari pengeluaran besar diluar anggaran yang sudah terencana.
Contoh pengeluaran tidak tetap yang bisa anda perhatikan:
a. biaya listrik dan air dalam sebulan
b. biaya transportasi ke kantor dalam sepekan
c. biaya makan sehari
2. Belanjakan Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan
Prioritaskan pengeluaran untuk hal yang pokok dan wajib dipenuhi dahulu. Pertama, untuk kebutuhan pokok, seperti makan dan minum. Kemudian sisihkan untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Setelah itu baru ke biaya lain seperti pajak dan cicilan utang jika ada.
Pengeluaran untuk pemenuhan keinginan, seperti untuk hobi dan gaya hidup sebaiknya dikurangi, terutama bila kondisi keuangan anda masih belum sehat.
3. Manfaatkan Diskon dan Promo
sumber: google images
Beberapa moment dimanfaatkan oleh sebagian penjual untuk memberikan diskon besar-besaran. Dengan begitu anda bisa menggunakan peluang tersebut untuk mengurangi pengeluaran anda. Tapi, pastikan bijak ya, walaupun diskon dan promo tentu harus disesuaikan kembali dengan kebutuhan dan anggaran. Jangan sampai menjadi overbudget ya.
4. Sisihkan Dana Darurat
Salah satu tips menyelamatkan kondisi keuangan di tengah pandemi adalah dengan menabung. Menabung memudahkan anda jika memerlukan dana di saat kondisi terdesak dan mendadak.
Berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menabung diantaranya:
a. menyisihkan sebagian uang tepat setelah gajian
b. menabung dari sisa pengeluaran yang dianggarkan
c. mengumpulkan kembalian sisa belanja atau bertransaksi
Lebih baik menyisihkan langsung di awal saat menerima pendapatan. Hal ini untuk mengamankan pos tabungan dari pengeluaran biaya tak terduga.
5. Investasi untuk Tujuan Jangka Pendek maupun Panjang
sumber: google images
Tuliskan mendetail hal-hal yang menjadi tujuan investasi jangka pendek dan panjang. Tuliskan juga jumlah uang yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut di masa depan dengan menggunakan estimasi inflasi tahunan. Lalu pilihlah berbagai instrumen investasi yang cocok dengan profil risiko Anda.
6. Cari Penghasilan Tambahan
Bagi anda yang merasa memiliki pendapatan belum cukup, maka tips terakhir yang bisa saya berikan adalah dengan mencari penghasilan tambahan.
Anda bisa coba usaha berikut untuk menambah penghasilan anda:
a. membuka usaha minim modal atau tanpa modal sekalipun, misal: menjadi reseller dengan sistem dropship
b. kerja paruh waktu (freelance)
c. berjualan di online shop
Menerapkan tips mengatur keuangan setiap bulan adalah suatu hal yang penting sekali untuk mulai diterapkan, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Awalnya mungkin akan terasa sulit dan berat untuk menerapkannya karena belum terbiasa. Namun, apabila dilakukan secara terus-menerus pasti akan jadi terbiasa dan dapat merasakan manfaatnya.
Semoga kita bisa melewati masa sulit ini bersama-sama.[LTL]





Tidak ada komentar:
Posting Komentar