Rabu, 15 September 2021

Mulai Bisnis Di Tengah Pandemi, 9+ Ide Usaha Termudah, Minim Modal Dan Paling Favorit

    

sumber: google image

Hampir dua tahun kita terkena pandemi covid-19 dan kini memasuki new normal yang berarti memulai adaptasi baru. Banyak hal yang menuntut kita harus mampu berjuang untuk bangkit dan tetap menjalani kehidupan sehari-hari. Tidak luput bagi para pebisnis yang usahanya terkena imbas akibat pandemi. Banyak usaha yang gulung tikar, dan para pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Namun, kini bukan lagi saatnya untuk banyak mengeluh. Dibalik apa yang terjadi pasti tersimpan hikmah dan bersamaan datangnya kesulitan pasti disitu ada kemudahan yang mengiringinya. Maka, saatnya kita saling kolaborasi dan bersinergi untuk terus tumbuh bersama menuju Indonesia Tangguh.

Banyak batu loncatan profesi bagi para pekerja yang terkena PHK ataupun bagi para job seeker yang juga belum berjodoh dengan pekerjaan yang dilamarnya. Simak ide usaha di tengah pandemi berikut ini:

1.     DROPSHIP/ RESELLER

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Dropship juga memungkinkan Anda memulai bisnis dengan sedikit bahkan tanpa modal. Namun, jangan salah, potensi penghasilannya jangan dianggap remeh. Model bisnis dropship mirip dengan reselling. Hasil keuntungannya berasal dari selisih harga yang Anda terima dari pembeli untuk membeli produk dari penjual. Bedanya, dropship tidak menuntut Anda memiliki gudang sendiri. Hal ini dikarenakan, penjuallah yang akan mengirimkan barang ke konsumen. 
Anda hanya modal HP dan PULSA, sudah bisa menjual produk orang lain dengan membangun toko online yang pelayanannya bagus.

2. JASA DESAIN GRAFIS

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Jika berjualan barang bukanlah hal yang Anda pahami, mungkin Anda bisa menjual jasa Anda sebagai salah satu jenis bisnis jualan yang menguntungkan. Jika Anda memiliki keahlian dalam bidang desain grafis, Anda bisa menjualkan jasa Anda kepada para pegiat usaha menengah dalam pembuatan logo, stiker, serta packing yang dapat membantu usaha mereka lebih terlihat berkualitas. Jenis jualan yang menguntungkan satu ini cocok untuk diaplikasikan di masa pandemi, Karena Anda tidak perlu bertemu pelanggan secara langsung. Selain itu, Anda juga bisa mengasah kemampuan sekaligus membangun portofolio desain atau karya yang nantinya bisa digunakan untuk perkembangan karier di masa depan saat pandemi Covid-19 ini sudah mulai mereda dan hilang.
Di masa sekarang untuk membuka software desain, Anda tidak perlu laptop mahal, bahkan dari gawai (handphone) sudah banyak aplikasi desain yang bagus. Manfaatkan kreativitas dan mulai berkarya.

3. JASA MENGAJAR ONLINE
Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil 

Bagi Anda yang hobby mengajar dan ingin membagikan ilmunya, entah itu bidang musik, marketing, bahasa asing, atau mungkin olahraga. Hal tersebut bisa Anda manfaatkan untuk membuat kursus online menjadi kelas berbayar. Misalnya dalam bentuk webinar melalui platform zoom atau di open platform seperti Udemy, skillshare dan lain-lain.

4. PENERJEMAH TULISAN

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil 

Lagi-lagi hanya dengan modal gawai (handphone) dan kemampuan untuk translate bahasa asing dengan baik, Anda bisa mendapat orderan di website pekerja lepas seperti Sribulancer atau Projects.co.id.

5. JASA PEMBUATAN WEBSITE

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Jika Anda seorang web developer atau tertarik dan merasa memiliki skill bidang ini, tidak ada salahnya menekuni bisnis ini. Modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar. Seperti halnya bisnis jasa yang lain, peluang keuntungannya cukup besar. Anda juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari kerjasama dengan pihak lain. 

6. MENJUAL PULSA, KUOTA DAN TOKEN LISTRIK

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Meski bisnis ini sudah banyak ditemui sebelum pandemi, tetapi dengan kebutuhan saat ini untuk berinteraksi secara online yang lebih besar otomatis kebutuhan pulsa dan kuota menjadi hal yang prioritas. Dengan modal yang sedikit namun usaha ini terlihat jelas menguntungkan, tidak salah untuk dicoba.

7. AFFILIATE MARKETING

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Affiliate marketing memungkinkan Anda mendapatkan uang dengan mempromosikan produk pihak lain. Jadi, sudah jelas ini adalah salah satu contoh peluang usaha yang menjanjikan. Sebab, Anda bahkan bisa memulainya dengan modal kecil, bahkan tanpa modal. Cara kerjanya pun cukup mudah. Jika seseorang membeli produk menggunakan kode referral yang Anda berikan, Anda akan mendapatkan komisi sesuai perjanjian yang disepakati. 

8 . BERJUALAN MAKANAN RINGAN

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Produk makanan memang tidak ada matinya. Ditambah kondisi yang mengharuskan adanya work / learn from home, maka pilihan usaha ini menjadi hal yang dilirik. Terutama produk makanan ringan atau snack. Meskipun banyak produk baru dikenalkan, antusiasme masyarakat untuk mencobanya cukup besar. Artinya, potensi bisnisnya masih cukup besar. Jika Anda ingin menjajal bisnis makanan ringan ini, kuncinya adalah kualitas dan keunikan produk. Lalu, untuk lebih meningkatkan penjualan, Anda bisa memasarkannya secara online. Memulai bisnis ini tidak harus dengan modal besar. Bahkan Anda bisa menjalankannya seperti bisnis rumahan. 

9. BERJUALAN PRODUK PENUNJANG IMUN DAN KESEHATAN

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Seperti sudah diketahui bersama, penyebab utama covid-19 adalah virus yang menyerang pada tubuh dengan kondisi imun yang lemah. Maka menjadi kebutuhan wajib bagi setiap orang untuk menyediakan suplemen vitamin, minum-minuman herbal dan berbagai penunjang penjaga kekebalan tubuhnya. Dengan demikian hal ini bisa menjadi peluang lain bagi Anda untuk menjual produk herbal, suplemen, vitamin asupan sebagai kebutuhan untuk upaya tetap sehat dan bugar.

10. SEMBAKO

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil – Menengah

Selain ragam kuliner yang khas, sembako juga merupakan elemen penting dalam kehidupan di masyarakat. Untuk itu, sembako bisa jadi pilihan sebagai salah satu bisnis yang menguntungkan di masa pandemi. Sembako atau sembilan bahan pokok ini sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan pangan di rumah sehari-hari. Agar memudahkan para pelanggan, Anda bisa langsung membuat paket sembako sebagai skema bisnis jualan yang menguntungkan. Selain itu, Anda juga bisa menjual paket sembako tersebut secara onlineMengingat banyak pihak juga yang membutuhkan kehadiran sembako untuk dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu di masa pandemi seperti sekarang ini. 

Agar Kulakan Lebih Mudah dan Murah, Untung Makin Melimpah. Yuk, mulai download, aktivasi dan pakai Aplikasi Super  sekarang!  Aplikasi Super membantu agen dan toko kelontong untuk kulakan sembako dan barang kebutuhan pokok dengan cara lebih mudah dan harga lebih murah. Aplikasi Super juga memudahkan proses kelola barang dan manajemen toko menjadi lebih efisien.
Kalau Anda mau tahu lebih lanjut mengenai superapp ini bisa klik https://superapp.id/

Semua jenis bisnis yang telah dijelasakan di atas bisa Anda mulai dengan modal yang ringan. Hanya bermodalkan kreativitas dan media social Anda. Mulailah manfaatkan dengan maksimal fitur-fitur yang ada di media sosial untuk memasarkan bisnis Anda dan buatlah konten yang menarik lewat foto, teks atau video. Kalau ada peluang untuk ajak influencer jangan sia-siakan potensinya, siapkan konsep terbaik yang sesuai dengan bisnis Anda. Tak ketinggalan perlu disebutkan juga unique selling point dari produk dan jasa yang Anda tawarkan. 

Apapun bisnis yang Anda pilih, selalu lakukan dengan semangat dan komitmen yang kuat. Tujuannya agar mampu mendulang keuntungan yang konsisten dan berlimpah berkah, sehingga rezeki harta yang diperoleh mampu mewujudkan semangat agar gemar bersedekah dan berbagi bagi pihak yang ikut terdampak pandemi ini.

Nah, selain yang telah disebutkan punya ide usaha apalagi nih di era pandemi seperti ini ?😊lalu, kapan Anda akan mulai bisnis?

Sabtu, 11 September 2021

Berlelah-lelah Dalam Menginspirasi Lalu Terinspirasi, Atau Berleha-leha Menunggu Hingga Usia Lelah di Akhir Nanti

 
Setiap manusia adalah inspirasi, tidak ada sesuatu hal terjadi hanya “kebetulan”.

Allah SWT telah menjelaskan bahwa "tidaklah Allah menciptakan/menjadikan sesuatu itu sia-sia melainkan ada hikmahnya" (QS.Ali Imran ayat 191)''. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."

Semua pasti sudah tertulis dalam “takdir”. Maka, ibarat puzzle, kita ada di semesta untuk saling melengkapi.

Tidak ada celah kesombongan saat merasa bahwa kita semua saling berproses menuju “keadaan yang lebih baik”.

Setiap sinergi dan kolaborasi dapat tercipta dengan apik bila tak ada gengsi yang menyertai.

Selayaknya kita harus menyadari, bahwa adanya kita saat ini dan dalam kondisi hingga seperti ini pasti ada karena bantuan serta peran dari orang lain. Maka tak dapat dipungkiri, kehadiran kita ditengah manusia yang lain adalah saling memberi manfaat melalui kontribusi dalam peran apapun kita nanti.

Kebaikan yang ditebarkan, pengorbanan yang disedekahkan, kelak akan membawa pada pemberat timbangan untuk garansi hidup yang lebih baik berupa jaminan surga dan kemenangan agung.

Hidup dengan memberi kemudahan bagi yang lain, semoga akan mendatangkan jalan-jalan kemudahan bagi lika-liku kehidupan di masa nanti.
 
“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat.” (HR: Tirmidzi : 1853)

 Ada yang sibuk dengan pencapaian hidup untuk  menciptakan privilege dirinya sendiri, tidak salah. Ada yang berjuang dengan mengukir kontribusi demi meninggalkan manfaat setelah usai usia hidup di dunia, tak masalah.

Setiap orang berhak atas kehidupannya, hanya saja setiap keputusan akan dibebankan atas pertanggungjawabannya.

Tidak ada benar salah dalam keputusan, yang ada “sudah tahu” dan “belum tahu”. Tugas manusia hanyalah mencari tahu, lalu mengambil langkah selanjutnya.

Bagaimanapun kita dilahirkan saat ini, jalankanlah peran terbaik. Ingat selalu, bahwa hasil tak akan mengkhianati proses. Apapun yang terjadi, pada akhirnya adalah yang terbaik porsinya bagi kita untuk saat ini.

Setiap proses adalah penghargaan untuk diri yang tidak pernah berhenti belajar dan berjuang. Pencapaian adalah bentuk kepastian dari hasil berproses. Jatuh dan bangkit dalam proses tak akan menjadi sia-sia saat pencapaian itu dirasakan. Sebab makna dari berproses ada saat kita mau bangkit saat terjatuh berkali-kali.

Yakinilah bahwa tiada peran terkecil dalam menebar kontribusi. Hanya saja berbeda jalan dan tempatnya. Semua dalam  tujuan yang sama menjadi pribadi yang lebih baik dan hamba paling taat.

Kurangi mengeluh, teruslah berdoa dan berusaha dengan sebaik-baiknya. Sibukkan diri dalam kebaikan, hingga keburukan lelah mengikutimu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tetapi siapa yang mau berbuat baik. Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik. Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa dihargai. Orang baik tidak pernah merasa rugi.

Live on your beliefs, dreams or values. When you feel fear, doubt of yourself. Always remember, those limitations are only in your mind. Proloung your prayer, connect your heart to your Lord. Then ask God The Almighty to ease your journey, your process and guide your way. Because God’s power is limitless.

Focus on your part things that you can control. Your courage, your genuine intention, your prayer, your effort, your action, your improvement. Then let God gives you the best result. Tawakkal. Trust in God’s perspectives. Because whatever it is. God’s choice is always the best for you.

[happynotes]
#keepmovingkeepgrowing

Sabtu, 31 Juli 2021

Menjadi Muslim Kontributif (Pengalaman Bergabung Kerelawanan di Berbagai Komunitas Sosial)

 

Setiap muslim idealnya harus bisa balance pada 3 aspek penting, yaitu keimanannya harus bagus, prestasinya bagus, serta kontributif. Ia mampu memberi kontribusi aktif ke lingkungan sekitarnya.

Ketika menjadi mahasiswa, kita dituntut juga aktif membantu sesama baik kepada teman, tetangga kosan maupun orang lain. Bila dihitung secara materi mungkin tidak langsung memberi keuntungan sama sekali. Hal ini disebabkan adanya ego manusia berupa hawa nafsu yang bila didominasi tanpa keimanan akan sangat materialistis, selalu ada pola pikir , “apa untungnya ini buat gue?”.

Tantangan yang dihadapi saat ini adalah sistem pendidikan kita sangat mengagung-agungekan materialisme, dimana kita harus meraup untung sebanyak-banyaknya dengan upaya seminim-minimnya.

Namun, kembali kita ingat akan perkataan manusia mulia sepanjang massa, Rasulullah saw., bahwa manusia yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Maka muslim dituntut untuk menjadi manusia paripurna yaitu yang kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh orang lain. Hati-hati jika hari ini kita hanya mengejar sesuatu yang bersifat duniawi, bisa dibilang hidupnya tidak balance.

Ketika kita hanya focus mengejar nilai setinggi-tingginya, ingin meraih prestasi setinggi-tingginya, mencapai kesuksesan diri tanpa dilandasi dengan keimanan dan tanpa memikirkan apa yang bisa kita lakukan ataupun kontribusi apa yang bisa diberikan untuk membuat dunia ini lebih baik.

Tak heran jika kini akhirnya banyak orang yang pintar, banyak orang yang memiliki keterampilan bagus dan intelektualnya tinggi tapi tidak ada manfaat dan kontribusinya untuk orang lain. Oleh karena itu, yang harus jadi mindset kita sebagai muslim mulai hari ini adalah bagaimana cara untuk dapat memberikan sebanyak-banyaknya bukan eksploitasi sebesar-besarnya.

Mari sejenak kita buka Al-Quran dalam surat Al Baqarah ayat 30-39 (dibaca juga artinya yah ^_^), tentang konsep khalifatul ‘ardh. Allah beri kelebihan pada manusia dibandingkan dengan malaikat dan ciptaan Allah yang lain berupa kemampuan berpikir untuk mengemban ilmu. Dengannya Allah berikan amanah kepada manusia untuk memimpin dan mengatur bumi menjadi lebih baik.

Maka memang tugas menjadi muslim prestatif dan kontributif adalah peran yang Allah berikan untuk manusia. Kini tugas kita adalah menjadikan ilmu-ilmunya Allah sebagai hal yang akan menjadikan buah karya kebaikan kelak. Semua potensi dan kemudahan yang sekarang sudah kita dapatkan adalah privilege yang Allah berikan untuk kita bagikan ke orang lain.

Umat terbaik adalah umat yang dilahirkan kepada manusia untuk mengajak kebaikan dan mencegah keburukan. Orang yang mau jadi leader adalah dia yang mampu berkontribusi menciptakan kebaikan.

Terkadang masih kita temui juga orang-orang yang dalam tanda kutip tidak mau surga, yang berfikiran,” ngapain si ngajak orang, ya baik mah baik aja sendirian”. Sebetulnya kontribusi ini adalah bentuk tanggung jawab atas potensi yang kita miliki sekarang.

Sekarang kita kutip dari Hadits Riwayat Tirmidzi, “Kaki anak Adam tidaklah bergeser pada hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga akan ditanya tentang 5 hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia perjuangkan, tentang hartanya darimana dia peroleh dan kemana dia belanjakan, dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya”.

Sekarang giliran kita,

Peran terbaik apa yang kita mainkan?

Apa yang akan kita persembahkan untuk-Nya?

Ternyata bukan angka-angka atau nilai dari ilmu yang dipertanyakan tapi buat apa ilmu yang telah didapat.

Allah juga sudah mention dalam QS. Al-Qashash:77, yang pertama kali adalah tentang mencari pahala untuk kebahagiaan negeri akhirat, privilege yang Allah kasih adalah untuk mengupayakan hal itu. Sedangkan hal lainnya juga janganlah melupakan kenikmatan hidup di dunia. Kebahagiaan dunia secukupnya saja tapi eksploitasi sebanyak-banyaknya untuk upaya kebahagaiaan hidup di akhirat.

Mau tidak mau kontribusi amal yang kita upayakan sebenarnya adalah bentuk dari rasa syukur kita karena Allah telah berikan nikmat keimanan. Sehingga disebutkan dalam sebuah kisah bahwa rasulullah saw. pun mengungkapkan syukurnya dengan sholat yang berjam-jam sampai kaki beliau bengkak.

Kita tidak pernah tahu apakah di akhir kehidupan kita masih dalam kondisi keimanan, maka jangan sampai membuat Allah mencabut kenikmatan itu. Wujudkan segera dalam bentuk amal-amal kebaikan yang Allah ridhoi.

Jadi apa yang kita kejar dalam berkontribusi?

Maka kembali kita simak kandungan dalam QS. As-shaf ayat 10-13, perniagaan paling untung kata Allah adalah berdakwah dengan harta dan jiwa kita, lalu Allah balas dengan surga dan seisinya.

Ketika kita mau capek-capek berkorban harta, waktu, pikiran dan semuanya hanya dengan mengingat hal ini adalah untuk mendatangkan ridho Allah. Bentuk kesadaran bahwa jalan ini adalah jalannya yang dipilih oleh para Rasul, para Shidiqin yang mati syahid. Semua itu mampu mejadikan kita hidup dengan memiliki jiwa-jiwa yang tenang.

Banyak para ilmuwan dan cendekiawan muslim terdahulu telah menciptakan karya hebat, semua karena dorongan iman. Sebagai satu contoh ada Al khawarizmi menciptakan aljabar karena keresahan umat muslim saat itu yang mengalami kesulitan dalam menghitung waris.

Bagaimana dengan kita hari ini, sebagai mahasiswa, woman carier, dan seterusnya kira-kira kontribusi  apa yang sudah kita berikan, karya-karya dan amal-amal apa yang sudah kita lakukan dari ilmu yang sudah kita miliki? apakah smuanya sudah dilandasi karena iman?

Langkah-langkah untuk menjadi muslim prestatif dan kontributif ada 3 hal: pertama perbaiki diri sendiri, kedua seru orang lain dan yang terakhir maksimal dalam  berkontribusi. Ketiganya harus seiring sejalan, tidak bisa aku perbaiki diri dulu deh baru nanti memperbaiki orang lain, yang bisa seperti itu hanya Rasulullah saw. manusia teladan dan sempurna. Sedangkan kita sebagai manusia biasa sering mengalami yang namanya futur (level keimanan yang turun) jadi kita harus parallel, ya memperbaiki diri ya menyeru orang lain. Kenapa diri sendiri harus diupayakan terus lebih baik lagi, sebab inilah yang akan menghidupkan jiwa dalam upaya melakukan kontribusi.

Cara menghidupkan jiwa adalah dengan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, Rasul dan berjihad dijalan-Nya. Cinta yang ini tidak bisa hadir sendiri, beda cinta kepada uang, popularitas, jabatan, apapun yang bersifat duniawi, itu pasti udah jadi defaultnya manusia dalam arti tidak perlu diupayakan pasti sudah jadi kecintaan yang otomatis hadir dalam jiwa manusia.

Sedangkana cinta pada Allah dan Rasul harus ditumbuhkan dengan memperbaiki hubungan pada Allah. Salah 1 indikatornya dengan melihat intensitas kita kepada alquran, interaksi dengan Allah lewat ayat cintanya. Semager apapun upayakan tetap tilawah minimal 1 juz, tidak hanya membaca lewat lisan tapi memahami tafsir dan membaca Shirah Rasul juga. Belajar dari para generasi terbaik /salafus shalih. Hal ini akan sangat membantu saat mager berkontribusi melanda diri dan jiwa -jiwa kita.

Maksimalkan seluruh potensi yang Allah beri, self development, suka belajar, suka mempelajari hal baru, menjalankan peran saat ini sebaik-baiknya, tentunya semuanya dilakukan karena Allah.

Karena perlu disadari juga bahwa setiap kita adalah da’i, penyeru. Dimana saja kita berada kita harus mampu menyeru kebaikan dan mencegah keburukan. Baik dimedsos ataupun real life.

Pandemic ini banyak para bintang Allah yang telah berpulang, kita tidak tahu sudah sampai manakah kaderisasi ini. Maka pilihan taat adalah sikap yang terbaik. Saat membuat life plan, sambil pikirkan. Apakah yang bisa kita berikan dari apa yang kita miliki saat ini, kebaikan apa yang bisa kita ulurkan. Kontribusi apa yang bisa kita lakukan.

Sekali lagi,

Tentang berkarya, ternyata bukan tentang seberapa lengkap fasilitas yang kita miliki, bukan tentang seberapa mahal peralatan yang kita punya. Ini tentang keimanan yang berpadu dalam ketaatan. Seberapa kuat ia menggebu untuk mampu bermanfaat bagi sebanyak mungkin manusia.

Jika suatu saat, kita berada dalam kondisi yang mengharuskan kita untuk menjalankan sesuatu yang bukan passion kita, tapi mampu mendekatkan pada Allah, maka lakukanlah dan cintai pekerjaan itu dalam-dalam. Nanti akan kita temui berjuta hikmah indah mengharukan.

Selamat berkontribusi, melebarkan aksi nyata, meninggalkan jejak kebaikan sebaik-baiknya, dalam upaya menabung pahala jariyah, sehingga ridho Allah kita raih, dan kelak Rasul bangga pada kita, umatnya yang merindukan syafaat saat perjumpaan dengan beliau di surga kelak menjadi nyata.

 [Terinspirasi dari Karya Farah Qoonita “Seni Tinggal di Bumi”]

Sabtu, 27 Maret 2021

Tips Jitu Atur Keuangan di Masa Pandemi Covid-19

sumber: google images

Masa pandemi dipenuhi dengan ketidakpastian. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya, banyak perusahaan yang berkurang pendapatannya. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan agar tetap stabil?

1. Buat Daftar Pengeluaran Tetap dan Tidak Tetap


sumber: google images 

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang nominal tiap bulannya sudah pasti, misalnya: cicilan rumah, kendaraan, asuransi dan sebagainya. Dengan demikian, akan lebih mudah dicatat dalam penentuan besarannya. 
Berbeda dengan pengeluaran tetap, pengeluaran tidak tetap akan lebih bervariasi dan fleksibel besaran nominalnya. Oleh karena itu, saran saya bagi pengeluaran tidak tetap ke dalam biaya harian, mingguan dan bulanan. Dalam membuat perkiraan bisa melihat budget rata-rata selama minimal 3 bulan. Hal ini untuk membantu anda mengatur secara detail dan spesifik pada pos pengeluaran tidak tetap. Buatlah sesuai dengan preferensi dan skala prioritas lalu disiplin untuk mematuhinya. Supaya terhindar dari pengeluaran besar diluar anggaran yang sudah terencana. 
Contoh pengeluaran tidak tetap yang bisa anda perhatikan: 
a. biaya listrik dan air dalam sebulan
b. biaya transportasi ke kantor dalam sepekan 
c. biaya makan sehari 

2. Belanjakan Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan


sumber: google images

Prioritaskan pengeluaran untuk hal yang pokok dan wajib dipenuhi dahulu. Pertama, untuk kebutuhan pokok, seperti makan dan minum. Kemudian sisihkan untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Setelah itu baru ke biaya lain seperti pajak dan cicilan utang jika ada. 
Pengeluaran untuk pemenuhan keinginan, seperti untuk hobi dan gaya hidup sebaiknya dikurangi, terutama bila kondisi keuangan anda masih belum sehat. 

3. Manfaatkan Diskon dan Promo

sumber: google images

Beberapa moment dimanfaatkan oleh sebagian penjual untuk memberikan diskon besar-besaran. Dengan begitu anda bisa menggunakan peluang tersebut untuk mengurangi pengeluaran anda. Tapi, pastikan bijak ya, walaupun diskon dan promo tentu harus disesuaikan kembali dengan kebutuhan dan anggaran. Jangan sampai menjadi overbudget ya. 

4. Sisihkan Dana Darurat
sumber: google images

Salah satu tips menyelamatkan kondisi keuangan di tengah pandemi adalah dengan menabung. Menabung memudahkan anda jika memerlukan dana di saat kondisi terdesak dan mendadak. 
Berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menabung diantaranya: 
 a. menyisihkan sebagian uang tepat setelah gajian
 b. menabung dari sisa pengeluaran yang dianggarkan
 c. mengumpulkan kembalian sisa belanja atau bertransaksi 
Lebih baik menyisihkan langsung di awal saat menerima pendapatan. Hal ini untuk mengamankan pos tabungan dari pengeluaran biaya tak terduga. 

5. Investasi untuk Tujuan Jangka Pendek maupun Panjang


sumber: google images

Tuliskan mendetail hal-hal yang menjadi tujuan investasi jangka pendek dan panjang. Tuliskan juga jumlah uang yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut di masa depan dengan menggunakan estimasi inflasi tahunan. Lalu pilihlah berbagai instrumen investasi yang cocok dengan profil risiko Anda. 

6. Cari Penghasilan Tambahan

sumber: google images

Bagi anda yang merasa memiliki pendapatan belum cukup, maka tips terakhir yang bisa saya berikan adalah dengan mencari penghasilan tambahan. 
Anda bisa coba usaha berikut untuk menambah penghasilan anda:
 a. membuka usaha minim modal atau tanpa modal sekalipun, misal: menjadi reseller dengan sistem dropship
 b. kerja paruh waktu (freelance)
 c. berjualan di online shop 

Menerapkan tips mengatur keuangan setiap bulan adalah suatu hal yang penting sekali untuk mulai diterapkan, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Awalnya mungkin akan terasa sulit dan berat untuk menerapkannya karena belum terbiasa. Namun, apabila dilakukan secara terus-menerus pasti akan jadi terbiasa dan dapat merasakan manfaatnya. 
Semoga kita bisa melewati masa sulit ini bersama-sama.[LTL]

Sabtu, 20 Maret 2021

8 Langkah Praktis Menulis Yang Wajib Diketahui oleh Pemula

 

sumber: google images

Menulis adalah aktivitas literasi yang bisa dilakukan hampir semua kalangan manapun. Apalagi di zaman digital dan serba online sekarang, begitu mudahnya bagi setiap orang untuk mengakses tulisan maupun untuk menulis. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan setelah kita menulis, salah satunya adalah menjadikan pikiran dan jiwa tenang (self healing). Berikut kita simak langkah-langkah praktis menulis bagi pemula:

1) Miliki kemauan kuat dan menanamkan mindset menulis itu mudah.

“Menulis bukanlah suatu bakat, namun menulis adalah perpaduan latihan dengan waktu yang disediakan”(Ust.Satria Hadi Lubis). Menulis adalah perpaduan dari mindset kita yang kemudian diaplikasikan pada praktek. Menulis akan menjadi mudah selagi kita memiliki sebuah niat, keinginan dan dorongan yang kuat. Kemauan dan tekad yang kuat untuk mau terus belajar dan berlatih mengolah kata menjadi paragraf utuh. Menulis itu mudah dan  menyenangkan. Kalimat ini mampu memberikan cara berpikir yang positif bagi pemula yang ingin belajar menulis.

2) Mulailah menulis.

            Pramudya Ananta Toer, seorang penulis yang sangat produktif dari Blora, pernah berkata “tulislah apa saja yang kau mau tulis, suatu saat nanti pasti ada gunanya”.  Hal ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh pemula : Mulai menulis!. Tulisan yang kita anggap sebagai coret-coretan tak berguna bahkan tidak penting, bisa jadi kelak akan menjadi manfaat bagi pembaca. Kemmpuan dan kualitas tulisan akan  lahir seiring dengan banyaknya kemauan untuk terus menghasilkan  coretan-coretan.

3) Menulis dari tema yang dikuasai.

            Kebanyakan  pemula biasanya mengalami kebingunan tentang, mau menulis apa? Mulai dari mana?, bagaimana cara mengawalinya?. Tenang dulu, jika sedari awal sudah ada niat untuk belajar maka mulailah menulis dari tema yang sudah dikuasai, meski terasa “sepele”. Buatlah satu tulisan untuk satu tema, kumpulkan semua ide dari yang dilihat, dengar dan rasakan. Segera menulis apa yang ingin ditulis, jangan takut salah  karena kuncinya adalah semakin banyak salah akan semakin banyak belajar. Jangan menunggu tulisan yang sempurna, karena tidak ada tulisan yang sempurna.

4) Jangan terpaku pada aturan baku kepenulisan.

            Ketika kita bicara  pasti senang jika orang yang kita ajak bicara mengerti maksud dari apa yang kita bicarakan. Seperti halnya dengan menulis, tuangkan saja apa yang ingin kita tulis dalam benak kita. Kita kesampingkan dulu aturan-aturan yang super rumit soal kepenulisan. Aturan yang dimaksud adalah tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau sekarang disebut dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), tanda baca, anak  kalimat-induk kalimat, dan seterusnya. Kita kesampingkan bukan berarti kita menghilangkannya. Intinya bagi pemula adalah menanamkan kecintaan dan kemauan pada dunia menulis dulu.

5) Tuangkan ide segera dengan menulis.

            Menuangkan  ide tulisan bisa beragam bentuknya. Apalagi di era digital dan kecanggihan teknologi serta keterbukaan akses informasi sekarang, banyak media pembelajaran yang bisa digunakan seperti media sosial, blog pribadi, dan lainnya. Bagi penulis pemula yang ingin belajar, jangan ragu mempublikasikan tulisan di blog, hal ini bisa bermanfaat sebagai sarana belajar, mengasah kemampuan menulis maupun dapat disimpan sebagai arsip. Kebiasan menulis yang terus dilatih akan menghasilkan kemampuan pengolahan kata yang lebih baik dan penempatan diksi yang tepat.

6) Miliki hobi membaca untuk menulis.

            Membaca adalah bahan untuk memperkaya tulisan. Membaca tidak harus bersumber dari buku. Membaca bisa dilakukan dengan membaca dalam artian sebenarnya ataupun membaca dalam artian kepekaan untuk melihat situasi dan alam sekitar. Dengan demikian, tulisan yang dituangkan akan memiliki kekuatan yang mampu menggerakkan pembacanya

7) Ciptakan suasana menulis yang nyaman.

            Beberapa orang bisa produktif menulis di ruang kerja yang sepi dan minim gangguan. Sebagian lagi bisa menulis dengan cepat ketika di suasana ramai seperti sebuah café. Ada orang yang produktif di malam hari, dan yang lain sangat produktif di pagi hari. Pada intinya, kita harus mengetahui dalam situasi apa yang paling cocok untuk menulis. Beberapa hal yang dipertimbangkan bisa berupa waktu, tempat, kondisi sekitar dan alat.

8) Menulis untuk cita-cita kebaikan jangka panjang.

            Helvy Tiana Rosa, Sastrawan dalam Forum Lingkar Pena, menuturkan bahwa: “Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah”. Menulis akan memperpanjang keberadaanmu di dunia dan amalmu di akhirat kelak. Seperti yang sudah disinggung di awal bahwa menulis itu seperti bicara. Perbedaannya adalah menulis itu abadi karena terikat, sedangkan perkataan akan menguap hilang ditelan waktu. Rasulullah dalam salah satu hadist bersabda: “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. at-Thabarani). Tanpa adanya tulisan, kita tidak mengenal dan mengetahui jejak peradaban di masa lampau. Salah satu dari kehebatan tulisan diantaranya adalah dia akan abadi lebih lama dari penulisnya. Oleh karena itu, buatlah tulisan yang kita harapkan kelak mampu membuat orang yang membaca merasa tergugah, memberikan dampak dan menjadi solusi.

Jadi, tunggu apalagi?

Selamat mencoba, mulailah menulis dan selamat datang di dunia penulis. [LTL]

Senin, 21 Desember 2020

Bingung mau jualan apa dan mulai darimana? Coba cara ini deh…


                                                                                                                sumber: google

Hallo sahabat, ketemu lagi ditulisan perdana saya mengenai tips sederhana memulai jualan. Ditengah suasana pandemic yang saya sendiri tidak tahu sampai kapan, membuat kita harus berpikir lebih kreatif untuk menghasilkan cuan dari penghasilan sampingan jika kita memiliki pekerjaan tetap, ataupun jika menjadi penghasilan utama bisa menjadikan bisnis kita nanti tidak mati ditengah jalan. Pandemi bukan akhir dari segalanya, kehidupan terus berlanjut dan mungkin ini adalah saat yg tepat memulai sesuatu yg baru.

Nah, tanpa berlama-lama mari kita simak pembahasan berikut ini, cekidot:

1. "Bercermin dan Ketahui minat diri sendiri "

Sebelum terjun ke lapangan, mari kita buat analisis sederhana tentang jenis usaha yang akan sahabat jalani. Pertama, hal sederhana yang perlu sahabat lakukan adalah coba cari tahu bidang apa yg diminati. Renungkan sejenak, apakah bidang yang selama ini diminati bisa menjadikan pundi-pundi uang jika diseriuskan, atau jika belum ada bisa dibalik dengan menjawab pertanyaan akan apakah kelak ide jualan yang akan dijalani nanti sesuai dengan minat saya sehingga kelak saya menikmati perjalanan mengembangkannya. Mulai periksa lagi peluang-peluang kecil yg bisa menambah peluang cuan-cuan datang tanpa perlu banyak modal

2. Pastikan punya niat yg baik.

Kenapa disini membahas soal niat atau tujuan? kembali lagi ke langkah awal mengenai bercermin terhadap minat dalam memulai jualan. Hal selanjutnya yang perlu sahabat perkuat adalah niat yang baik, sebab jika hanya untuk mendapat uang, maka akan tidak mudah merasa puas dan tenang. Tapi jika niat sahabat memulai jualan adalah untuk membantu orang lain ditambah mencari pahala (lillahita'ala untuk ibadah), maka hati akan mudah merasa tenang serta dipenuhi rasa syukur saat menjalani jualan.

 

Nah, dari langkah nomer 2 tadi ada tiga cara nih yg bisa dilakukan untuk membantu konsumen dengan mendapatkan produk terbaik:

Pertama : Tanyakan langsung kepada target market/ calon pembeli.

Sebagai pedagang, sahabat harus mengenali siapa target market/ calon pembeli dengan cara: pahami masalahnya atau survey sederhana mengenai apa yang sedang ia butuhkan, apa yang diharapkan dan produk apa yang pernah ia coba, apa ketidak puasan yang pernah ia alami terhadap produk tersebut. Jangan lewatkan informasi sekecil apapun darinya, catat dan ingat baik-baik secara mendetail. Sebab bisa jadi sahabat menjadi jalan solusinya melalui produk  sendiri yang dijual nantinya. Dan dialah yang menjadi sasaran pembeli pertama. ^_^

#tips: lakukan obrolan ini pada minimal 5-8 orang.

Kedua: Riset produk yang paling laku di marketplace.

Ini adalah jalan ninjaku jika belum bisa bikin produk sendiri. Setelah mendapat hasil survey tadi sahabat harus melakukan langkah kedua yakni membuat riset produk terlaku dimarketplace, dengan cara melakukan urutan pencarian berdasarkan ulasan/penjualan terlaris. Sehingga dapat dibuat kesimpulan yang lebih mengerucut mengenai produk apa yang akan sahabat mulai jual dan dapat menghindari produk tidak laku di pasaran.

Ketiga: Gabung dalam program reseller.

Sahabat jangan ragu untuk mencari teman seperjuangan. Cari dan ikuti program jualan yang memiliki grup reseller/ anggota keagenan yang terpercaya dan segera join didalamnya. Karena biasanya program jualan dengan grup reseller ini akan dilatih dan diberi motivasi untuk terus beriklan atau membuat penawaran produk minimal setiap harinya. Belajar terus-menerus dari berbagai orang yang sudah pengalaman dan mencoba hal-hal baru didalamnya, maka sahabat akan terus merasa bahwa jualan bukan sekedar tentang closing/ laku terjual saja.

#tips.: apapun produk yang dijual, ingatlah agar produk tersebut merupakan alat untuk menjadikan kehidupan pembeli jadi lebih baik.

Oleh karena itu, jangan sampai kesampingkan kualitas produk dan layanan hanya karena ingin mengejar keuntungan.

Yang terpenting sebagai seorang muslim(ah), selalu perhatikan adab dalam bermuamalah/ mau mempelajari dan menerapkan fiqh muamalah dengan istiqomah..sehingga berdagang menjadi salah satu jalan ikhtiar kita meraih Ridho Illahi, agar kita diterima diJannah Nya nanti..

3. Terima Tantangan

Ingat sabahat, Berbisnis/ jualan bukan semata mau menerima untungnya saja. Namun juga perlu kesiapan mental untuk menghadapi pesaing yg sudah terbiasa berniaga. Perlu strategi dan trik dalam menghadapi tipe dan karakter pembeli hingga pelanggan maupun sesama penjual yang beraneka ragam. Kita tak akan pernah tau sampai kita mencobanya. Temukan dan rasakan pengalaman sendiri saat berbisnis. Rumusnya "Hadapi, Hayati, Nikmati".

4. Belajar dari pengalaman.

Tahap selanjutnya adalah, sahabat harus bersiap menjadi pembelajar. Sebab sebaik-baik ilmu adalah pengalaman  dan sebaik-baik pengalaman adalah yang membawa pada perbaikan. Jadi jangan takut terlambat memulai, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

5. Berbagi dengan sesama rekan bisnis.

Pada kehidupan ada siklus yg namanya belajar dan mengajarkan. Maka saat sahabat memulai terjun jualan sebagai pemula ada baiknya memiliki mentor bisnis/kelompok sehingga jika sedang mengalami titik terendah dalam usaha tidak lantas menyerah. Penting bagi sahabat, jika muslim, coba ingat-ingat lagi salah satu hadits yang mengatakan bahwa: "9 dari 10 golongan yang masuk surga adalah pedagang yang jujur/ amanah". Maka, jadikanlah sahabat bagian dari jenis pedagang yg layak masuk surga.

5. Open mind.

Tidak saklek dan kaku adalah koentji dalam berbisnis di era sekarang. Dimana persaingan bukan lagi tentang senioritas namun soal strategi dan ketangguhan dalam berinovasi produk yang dijual. Jadi, jangan malu belajar tentang bisnis /jualan meski hanya tanya hal yg sepele. Bisa jadi itu adalah jalan peluang sahabat untuk memulai jualan.

Sebagai closing statement_

Jangan ragu atau malu berjualan/bisnis karena ini adalah ibadah agar terwujud salah 1 muwasafst tarbiyah: Qodirun ‘alal Kasbi

Dan juga,

Allah SWT telah menghalalkan praktek jual beli yang sesuai dengan ketentuan dan syari'atNya.

dalam Surat Al Baqarah ayat 275 yang artinya:” … Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… (Q.S. al-Baqarah: 275)

Selamat mencoba , semoga cocok yah. Ambil baiknya, perbaiki yang buruk.

Salam niaga sukses dunia untuk akhirat


                                                                                                          sumber: dok.desamind

Ⓛⓘⓝⓓⓐⓒⓗⓐⓝ

 

 


Jumat, 27 November 2020

Senyum, Salam, Sapa, Sopan Santun dan Santuy

Assalamu'alaikum Wr. Wb :) Sahabat Blogger :)


Sebelum beranjak ke artikel lain, yuk mari kenalan dulu ,,

Sahabat blogger semua bisa panggil aku "Linda", dari nama lengkapku "Linda Tri Lestari. sebetulnya ada nickname yang aku sukai, yakni Lindachan. Chan diambil dari kata sapaan dalam bahasa Jepang, yang artinya kurang lebih "anak perempuan yang disayang/ kesayanan", atau kalau dalam istilah bahasa Arab bisa disamakan dengan "ukh/ukhti". Tapi karena aku suka dengan hal-hal tentang Jepang, aku pakai kata -chan ini sebagai sisipan dinama panggilan. Aku dilahirkan menjadi si bungsu di keluarga. Yaps, aku anak terakhir dari 3 bersaudari (yuhu, bersaudari ya karena 2 kakakku adalah perempuan ^_^). 

Sekarang ini aku tinggal di kota kelahiranku, salah satu daerah di Jakarta Timur, tepatnya di Kramat Jati. Sebelumnya aku sempat menamatkan sekolah SD hingga SMK (setingkat SMA) di daerah Purworejo, Jawa Tengah. Lalu setamatnya dari SMK, alhamdulillah, jalan hidupku membawaku pada beasiswa  kuliah S1 disebuah kampus swasta bernuansa Islami didaerah Depok. Aku mengambil jurusan yang linear dengan jurusan saat SMK, yaitu Akuntansi (dikampus menjadi Akuntansi Syariah). Empat tahun berkecimpung dalam literasi Islami dan segala hiruk pikuk serta isu yang ada di circle hidupku selama menjadi mahasiswi ekonom rabbani (Ekonomi Syariah), menyadarkanku bahwa menjadi muslim bukan hanya seputar ibadah shalat serta rangkaian rukun Islam dan Iman saja, tapi ada di berbagai belahan sisi hidup ini. 

Dan, ditambah lagi sekarang ini karir yang kutempuh semenjak lulus kuliah selalu dikelilingi dengan lingkungan Islami /bernuansa religi, sehingga semakin memantapkaku untuk dapat menjalani ajaran Islam secara keseluruhan. Bekerja di sebuah kantor swasta nirlaba yang bergerak dibidang zakat, infak sedekah dan wakaf, secara sadar semakin memotivasi diriku untuk dapat berbuat lebih demi agamaku ini. Rutinitas harianku mulai senin-jumat adalah sebagai salah satu staff keuangan. Weekendku diupayakan tidak jauh dari kegiatan produktif, seperti mengikuti kegiatan komunitas pergerakan dan juga kontribusi aktif untuk sekitar. Sedari sekolah SMK dulu karena  aku tinggal jauh dari keluarga alias kos, maka banyak kegiatan ekskul bisa aku ikuti dan memang atas restu dan saran oleh ayahku juga dengan harapan agar waktuku usai sekolah tidak terbuang sia-sia (love you dad!). Saat ini, aku juga mendapat amanah sebagai koordinator penggerak kegiatan ekonomi dan bisnis dari salah satu kegiatan/ komunitas yang sedang aku ikuti.

Berbekal background kuliah, kerja dan kegiatan komunitas yang aku ikuti, membuatku ingin terus berbagi, menggerakkan serta menginspirasi sahabat blogger melalui tulisan dari hal-hal yang sudah, sedang ataupun akan aku alami. Sebab, layaknya ilmu harus diikat dengan tulisan. Maka, jadikanlah tulisanmu membuat orang mendapat ilmu/wawasan/inspirasi, sehingga harapannya kelak tulisanku ini bisa menjadi pahala jariyah atas ilmu yang dapat dibagikan. Meski masih sebuah goresan sederhana semoga bisa dinikmati dan dijadikan bahan referensi sabahat. 
Makanya nih kalo sahabat blogger mau tau seputar tips keuangan, kegiatan sosial, atau tentang dunia kerelawanan bisa nih kita sharing. Karena hal-hal tersebut relate banget sama keseharian aku yang tadi sudah aku ulas diawal. 

Sekian perkenalan singkat diriku ya sahabat, selamat bergabung diblog aku dan silakan jika ingin bertanya dan meninggalkan jejak dikolom komentar. Semoga bermanfaat untuk kalian semua sahabat blogger :)). Jangan lupa tetap Senyum, Salam, Sapa, Sopan Santun dan Santuy (^_^)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb :)


                                        Ⓛⓘⓝⓓⓐⓒⓗⓐⓝ