Senin, 21 Desember 2020

Bingung mau jualan apa dan mulai darimana? Coba cara ini deh…


                                                                                                                sumber: google

Hallo sahabat, ketemu lagi ditulisan perdana saya mengenai tips sederhana memulai jualan. Ditengah suasana pandemic yang saya sendiri tidak tahu sampai kapan, membuat kita harus berpikir lebih kreatif untuk menghasilkan cuan dari penghasilan sampingan jika kita memiliki pekerjaan tetap, ataupun jika menjadi penghasilan utama bisa menjadikan bisnis kita nanti tidak mati ditengah jalan. Pandemi bukan akhir dari segalanya, kehidupan terus berlanjut dan mungkin ini adalah saat yg tepat memulai sesuatu yg baru.

Nah, tanpa berlama-lama mari kita simak pembahasan berikut ini, cekidot:

1. "Bercermin dan Ketahui minat diri sendiri "

Sebelum terjun ke lapangan, mari kita buat analisis sederhana tentang jenis usaha yang akan sahabat jalani. Pertama, hal sederhana yang perlu sahabat lakukan adalah coba cari tahu bidang apa yg diminati. Renungkan sejenak, apakah bidang yang selama ini diminati bisa menjadikan pundi-pundi uang jika diseriuskan, atau jika belum ada bisa dibalik dengan menjawab pertanyaan akan apakah kelak ide jualan yang akan dijalani nanti sesuai dengan minat saya sehingga kelak saya menikmati perjalanan mengembangkannya. Mulai periksa lagi peluang-peluang kecil yg bisa menambah peluang cuan-cuan datang tanpa perlu banyak modal

2. Pastikan punya niat yg baik.

Kenapa disini membahas soal niat atau tujuan? kembali lagi ke langkah awal mengenai bercermin terhadap minat dalam memulai jualan. Hal selanjutnya yang perlu sahabat perkuat adalah niat yang baik, sebab jika hanya untuk mendapat uang, maka akan tidak mudah merasa puas dan tenang. Tapi jika niat sahabat memulai jualan adalah untuk membantu orang lain ditambah mencari pahala (lillahita'ala untuk ibadah), maka hati akan mudah merasa tenang serta dipenuhi rasa syukur saat menjalani jualan.

 

Nah, dari langkah nomer 2 tadi ada tiga cara nih yg bisa dilakukan untuk membantu konsumen dengan mendapatkan produk terbaik:

Pertama : Tanyakan langsung kepada target market/ calon pembeli.

Sebagai pedagang, sahabat harus mengenali siapa target market/ calon pembeli dengan cara: pahami masalahnya atau survey sederhana mengenai apa yang sedang ia butuhkan, apa yang diharapkan dan produk apa yang pernah ia coba, apa ketidak puasan yang pernah ia alami terhadap produk tersebut. Jangan lewatkan informasi sekecil apapun darinya, catat dan ingat baik-baik secara mendetail. Sebab bisa jadi sahabat menjadi jalan solusinya melalui produk  sendiri yang dijual nantinya. Dan dialah yang menjadi sasaran pembeli pertama. ^_^

#tips: lakukan obrolan ini pada minimal 5-8 orang.

Kedua: Riset produk yang paling laku di marketplace.

Ini adalah jalan ninjaku jika belum bisa bikin produk sendiri. Setelah mendapat hasil survey tadi sahabat harus melakukan langkah kedua yakni membuat riset produk terlaku dimarketplace, dengan cara melakukan urutan pencarian berdasarkan ulasan/penjualan terlaris. Sehingga dapat dibuat kesimpulan yang lebih mengerucut mengenai produk apa yang akan sahabat mulai jual dan dapat menghindari produk tidak laku di pasaran.

Ketiga: Gabung dalam program reseller.

Sahabat jangan ragu untuk mencari teman seperjuangan. Cari dan ikuti program jualan yang memiliki grup reseller/ anggota keagenan yang terpercaya dan segera join didalamnya. Karena biasanya program jualan dengan grup reseller ini akan dilatih dan diberi motivasi untuk terus beriklan atau membuat penawaran produk minimal setiap harinya. Belajar terus-menerus dari berbagai orang yang sudah pengalaman dan mencoba hal-hal baru didalamnya, maka sahabat akan terus merasa bahwa jualan bukan sekedar tentang closing/ laku terjual saja.

#tips.: apapun produk yang dijual, ingatlah agar produk tersebut merupakan alat untuk menjadikan kehidupan pembeli jadi lebih baik.

Oleh karena itu, jangan sampai kesampingkan kualitas produk dan layanan hanya karena ingin mengejar keuntungan.

Yang terpenting sebagai seorang muslim(ah), selalu perhatikan adab dalam bermuamalah/ mau mempelajari dan menerapkan fiqh muamalah dengan istiqomah..sehingga berdagang menjadi salah satu jalan ikhtiar kita meraih Ridho Illahi, agar kita diterima diJannah Nya nanti..

3. Terima Tantangan

Ingat sabahat, Berbisnis/ jualan bukan semata mau menerima untungnya saja. Namun juga perlu kesiapan mental untuk menghadapi pesaing yg sudah terbiasa berniaga. Perlu strategi dan trik dalam menghadapi tipe dan karakter pembeli hingga pelanggan maupun sesama penjual yang beraneka ragam. Kita tak akan pernah tau sampai kita mencobanya. Temukan dan rasakan pengalaman sendiri saat berbisnis. Rumusnya "Hadapi, Hayati, Nikmati".

4. Belajar dari pengalaman.

Tahap selanjutnya adalah, sahabat harus bersiap menjadi pembelajar. Sebab sebaik-baik ilmu adalah pengalaman  dan sebaik-baik pengalaman adalah yang membawa pada perbaikan. Jadi jangan takut terlambat memulai, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

5. Berbagi dengan sesama rekan bisnis.

Pada kehidupan ada siklus yg namanya belajar dan mengajarkan. Maka saat sahabat memulai terjun jualan sebagai pemula ada baiknya memiliki mentor bisnis/kelompok sehingga jika sedang mengalami titik terendah dalam usaha tidak lantas menyerah. Penting bagi sahabat, jika muslim, coba ingat-ingat lagi salah satu hadits yang mengatakan bahwa: "9 dari 10 golongan yang masuk surga adalah pedagang yang jujur/ amanah". Maka, jadikanlah sahabat bagian dari jenis pedagang yg layak masuk surga.

5. Open mind.

Tidak saklek dan kaku adalah koentji dalam berbisnis di era sekarang. Dimana persaingan bukan lagi tentang senioritas namun soal strategi dan ketangguhan dalam berinovasi produk yang dijual. Jadi, jangan malu belajar tentang bisnis /jualan meski hanya tanya hal yg sepele. Bisa jadi itu adalah jalan peluang sahabat untuk memulai jualan.

Sebagai closing statement_

Jangan ragu atau malu berjualan/bisnis karena ini adalah ibadah agar terwujud salah 1 muwasafst tarbiyah: Qodirun ‘alal Kasbi

Dan juga,

Allah SWT telah menghalalkan praktek jual beli yang sesuai dengan ketentuan dan syari'atNya.

dalam Surat Al Baqarah ayat 275 yang artinya:” … Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… (Q.S. al-Baqarah: 275)

Selamat mencoba , semoga cocok yah. Ambil baiknya, perbaiki yang buruk.

Salam niaga sukses dunia untuk akhirat


                                                                                                          sumber: dok.desamind

Ⓛⓘⓝⓓⓐⓒⓗⓐⓝ

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar