Sabtu, 27 Maret 2021

Tips Jitu Atur Keuangan di Masa Pandemi Covid-19

sumber: google images

Masa pandemi dipenuhi dengan ketidakpastian. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya, banyak perusahaan yang berkurang pendapatannya. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan agar tetap stabil?

1. Buat Daftar Pengeluaran Tetap dan Tidak Tetap


sumber: google images 

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang nominal tiap bulannya sudah pasti, misalnya: cicilan rumah, kendaraan, asuransi dan sebagainya. Dengan demikian, akan lebih mudah dicatat dalam penentuan besarannya. 
Berbeda dengan pengeluaran tetap, pengeluaran tidak tetap akan lebih bervariasi dan fleksibel besaran nominalnya. Oleh karena itu, saran saya bagi pengeluaran tidak tetap ke dalam biaya harian, mingguan dan bulanan. Dalam membuat perkiraan bisa melihat budget rata-rata selama minimal 3 bulan. Hal ini untuk membantu anda mengatur secara detail dan spesifik pada pos pengeluaran tidak tetap. Buatlah sesuai dengan preferensi dan skala prioritas lalu disiplin untuk mematuhinya. Supaya terhindar dari pengeluaran besar diluar anggaran yang sudah terencana. 
Contoh pengeluaran tidak tetap yang bisa anda perhatikan: 
a. biaya listrik dan air dalam sebulan
b. biaya transportasi ke kantor dalam sepekan 
c. biaya makan sehari 

2. Belanjakan Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan


sumber: google images

Prioritaskan pengeluaran untuk hal yang pokok dan wajib dipenuhi dahulu. Pertama, untuk kebutuhan pokok, seperti makan dan minum. Kemudian sisihkan untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Setelah itu baru ke biaya lain seperti pajak dan cicilan utang jika ada. 
Pengeluaran untuk pemenuhan keinginan, seperti untuk hobi dan gaya hidup sebaiknya dikurangi, terutama bila kondisi keuangan anda masih belum sehat. 

3. Manfaatkan Diskon dan Promo

sumber: google images

Beberapa moment dimanfaatkan oleh sebagian penjual untuk memberikan diskon besar-besaran. Dengan begitu anda bisa menggunakan peluang tersebut untuk mengurangi pengeluaran anda. Tapi, pastikan bijak ya, walaupun diskon dan promo tentu harus disesuaikan kembali dengan kebutuhan dan anggaran. Jangan sampai menjadi overbudget ya. 

4. Sisihkan Dana Darurat
sumber: google images

Salah satu tips menyelamatkan kondisi keuangan di tengah pandemi adalah dengan menabung. Menabung memudahkan anda jika memerlukan dana di saat kondisi terdesak dan mendadak. 
Berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menabung diantaranya: 
 a. menyisihkan sebagian uang tepat setelah gajian
 b. menabung dari sisa pengeluaran yang dianggarkan
 c. mengumpulkan kembalian sisa belanja atau bertransaksi 
Lebih baik menyisihkan langsung di awal saat menerima pendapatan. Hal ini untuk mengamankan pos tabungan dari pengeluaran biaya tak terduga. 

5. Investasi untuk Tujuan Jangka Pendek maupun Panjang


sumber: google images

Tuliskan mendetail hal-hal yang menjadi tujuan investasi jangka pendek dan panjang. Tuliskan juga jumlah uang yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut di masa depan dengan menggunakan estimasi inflasi tahunan. Lalu pilihlah berbagai instrumen investasi yang cocok dengan profil risiko Anda. 

6. Cari Penghasilan Tambahan

sumber: google images

Bagi anda yang merasa memiliki pendapatan belum cukup, maka tips terakhir yang bisa saya berikan adalah dengan mencari penghasilan tambahan. 
Anda bisa coba usaha berikut untuk menambah penghasilan anda:
 a. membuka usaha minim modal atau tanpa modal sekalipun, misal: menjadi reseller dengan sistem dropship
 b. kerja paruh waktu (freelance)
 c. berjualan di online shop 

Menerapkan tips mengatur keuangan setiap bulan adalah suatu hal yang penting sekali untuk mulai diterapkan, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Awalnya mungkin akan terasa sulit dan berat untuk menerapkannya karena belum terbiasa. Namun, apabila dilakukan secara terus-menerus pasti akan jadi terbiasa dan dapat merasakan manfaatnya. 
Semoga kita bisa melewati masa sulit ini bersama-sama.[LTL]

Sabtu, 20 Maret 2021

8 Langkah Praktis Menulis Yang Wajib Diketahui oleh Pemula

 

sumber: google images

Menulis adalah aktivitas literasi yang bisa dilakukan hampir semua kalangan manapun. Apalagi di zaman digital dan serba online sekarang, begitu mudahnya bagi setiap orang untuk mengakses tulisan maupun untuk menulis. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan setelah kita menulis, salah satunya adalah menjadikan pikiran dan jiwa tenang (self healing). Berikut kita simak langkah-langkah praktis menulis bagi pemula:

1) Miliki kemauan kuat dan menanamkan mindset menulis itu mudah.

“Menulis bukanlah suatu bakat, namun menulis adalah perpaduan latihan dengan waktu yang disediakan”(Ust.Satria Hadi Lubis). Menulis adalah perpaduan dari mindset kita yang kemudian diaplikasikan pada praktek. Menulis akan menjadi mudah selagi kita memiliki sebuah niat, keinginan dan dorongan yang kuat. Kemauan dan tekad yang kuat untuk mau terus belajar dan berlatih mengolah kata menjadi paragraf utuh. Menulis itu mudah dan  menyenangkan. Kalimat ini mampu memberikan cara berpikir yang positif bagi pemula yang ingin belajar menulis.

2) Mulailah menulis.

            Pramudya Ananta Toer, seorang penulis yang sangat produktif dari Blora, pernah berkata “tulislah apa saja yang kau mau tulis, suatu saat nanti pasti ada gunanya”.  Hal ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh pemula : Mulai menulis!. Tulisan yang kita anggap sebagai coret-coretan tak berguna bahkan tidak penting, bisa jadi kelak akan menjadi manfaat bagi pembaca. Kemmpuan dan kualitas tulisan akan  lahir seiring dengan banyaknya kemauan untuk terus menghasilkan  coretan-coretan.

3) Menulis dari tema yang dikuasai.

            Kebanyakan  pemula biasanya mengalami kebingunan tentang, mau menulis apa? Mulai dari mana?, bagaimana cara mengawalinya?. Tenang dulu, jika sedari awal sudah ada niat untuk belajar maka mulailah menulis dari tema yang sudah dikuasai, meski terasa “sepele”. Buatlah satu tulisan untuk satu tema, kumpulkan semua ide dari yang dilihat, dengar dan rasakan. Segera menulis apa yang ingin ditulis, jangan takut salah  karena kuncinya adalah semakin banyak salah akan semakin banyak belajar. Jangan menunggu tulisan yang sempurna, karena tidak ada tulisan yang sempurna.

4) Jangan terpaku pada aturan baku kepenulisan.

            Ketika kita bicara  pasti senang jika orang yang kita ajak bicara mengerti maksud dari apa yang kita bicarakan. Seperti halnya dengan menulis, tuangkan saja apa yang ingin kita tulis dalam benak kita. Kita kesampingkan dulu aturan-aturan yang super rumit soal kepenulisan. Aturan yang dimaksud adalah tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau sekarang disebut dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), tanda baca, anak  kalimat-induk kalimat, dan seterusnya. Kita kesampingkan bukan berarti kita menghilangkannya. Intinya bagi pemula adalah menanamkan kecintaan dan kemauan pada dunia menulis dulu.

5) Tuangkan ide segera dengan menulis.

            Menuangkan  ide tulisan bisa beragam bentuknya. Apalagi di era digital dan kecanggihan teknologi serta keterbukaan akses informasi sekarang, banyak media pembelajaran yang bisa digunakan seperti media sosial, blog pribadi, dan lainnya. Bagi penulis pemula yang ingin belajar, jangan ragu mempublikasikan tulisan di blog, hal ini bisa bermanfaat sebagai sarana belajar, mengasah kemampuan menulis maupun dapat disimpan sebagai arsip. Kebiasan menulis yang terus dilatih akan menghasilkan kemampuan pengolahan kata yang lebih baik dan penempatan diksi yang tepat.

6) Miliki hobi membaca untuk menulis.

            Membaca adalah bahan untuk memperkaya tulisan. Membaca tidak harus bersumber dari buku. Membaca bisa dilakukan dengan membaca dalam artian sebenarnya ataupun membaca dalam artian kepekaan untuk melihat situasi dan alam sekitar. Dengan demikian, tulisan yang dituangkan akan memiliki kekuatan yang mampu menggerakkan pembacanya

7) Ciptakan suasana menulis yang nyaman.

            Beberapa orang bisa produktif menulis di ruang kerja yang sepi dan minim gangguan. Sebagian lagi bisa menulis dengan cepat ketika di suasana ramai seperti sebuah cafĂ©. Ada orang yang produktif di malam hari, dan yang lain sangat produktif di pagi hari. Pada intinya, kita harus mengetahui dalam situasi apa yang paling cocok untuk menulis. Beberapa hal yang dipertimbangkan bisa berupa waktu, tempat, kondisi sekitar dan alat.

8) Menulis untuk cita-cita kebaikan jangka panjang.

            Helvy Tiana Rosa, Sastrawan dalam Forum Lingkar Pena, menuturkan bahwa: “Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah”. Menulis akan memperpanjang keberadaanmu di dunia dan amalmu di akhirat kelak. Seperti yang sudah disinggung di awal bahwa menulis itu seperti bicara. Perbedaannya adalah menulis itu abadi karena terikat, sedangkan perkataan akan menguap hilang ditelan waktu. Rasulullah dalam salah satu hadist bersabda: “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. at-Thabarani). Tanpa adanya tulisan, kita tidak mengenal dan mengetahui jejak peradaban di masa lampau. Salah satu dari kehebatan tulisan diantaranya adalah dia akan abadi lebih lama dari penulisnya. Oleh karena itu, buatlah tulisan yang kita harapkan kelak mampu membuat orang yang membaca merasa tergugah, memberikan dampak dan menjadi solusi.

Jadi, tunggu apalagi?

Selamat mencoba, mulailah menulis dan selamat datang di dunia penulis. [LTL]