
Sabtu, 27 Maret 2021
Tips Jitu Atur Keuangan di Masa Pandemi Covid-19

Sabtu, 20 Maret 2021
8 Langkah Praktis Menulis Yang Wajib Diketahui oleh Pemula
![]() |
| sumber: google images |
Menulis
adalah aktivitas literasi yang bisa dilakukan hampir semua kalangan manapun.
Apalagi di zaman digital dan serba online
sekarang, begitu mudahnya bagi setiap orang untuk mengakses tulisan maupun
untuk menulis. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan setelah kita menulis,
salah satunya adalah menjadikan pikiran dan jiwa tenang (self healing). Berikut kita simak langkah-langkah praktis menulis
bagi pemula:
1)
Miliki kemauan kuat dan menanamkan mindset
menulis itu mudah.
“Menulis
bukanlah suatu bakat, namun menulis adalah perpaduan latihan dengan waktu yang
disediakan”(Ust.Satria Hadi Lubis). Menulis adalah perpaduan dari mindset kita yang kemudian diaplikasikan
pada praktek. Menulis akan menjadi mudah selagi kita memiliki sebuah niat,
keinginan dan dorongan yang kuat. Kemauan dan tekad yang kuat untuk mau terus
belajar dan berlatih mengolah kata menjadi paragraf utuh. Menulis itu mudah dan menyenangkan. Kalimat ini mampu memberikan
cara berpikir yang positif bagi pemula yang ingin belajar menulis.
2)
Mulailah menulis.
Pramudya
Ananta Toer, seorang penulis yang sangat produktif dari Blora, pernah berkata “tulislah
apa saja yang kau mau tulis, suatu saat nanti pasti ada gunanya”. Hal ini merupakan langkah awal yang harus
dilakukan oleh pemula : Mulai menulis!. Tulisan yang kita anggap sebagai
coret-coretan tak berguna bahkan tidak penting, bisa jadi kelak akan menjadi
manfaat bagi pembaca. Kemmpuan dan kualitas tulisan akan lahir seiring dengan banyaknya kemauan untuk
terus menghasilkan coretan-coretan.
3) Menulis dari tema yang dikuasai.
Kebanyakan pemula biasanya mengalami kebingunan tentang,
mau menulis apa? Mulai dari mana?, bagaimana cara mengawalinya?. Tenang dulu,
jika sedari awal sudah ada niat untuk belajar maka mulailah menulis dari tema
yang sudah dikuasai, meski terasa “sepele”. Buatlah satu tulisan untuk satu
tema, kumpulkan semua ide dari yang dilihat, dengar dan rasakan. Segera menulis
apa yang ingin ditulis, jangan takut salah
karena kuncinya adalah semakin banyak salah akan semakin banyak belajar.
Jangan menunggu tulisan yang sempurna, karena tidak ada tulisan yang sempurna.
4) Jangan terpaku pada aturan baku kepenulisan.
Ketika
kita bicara pasti senang jika orang yang
kita ajak bicara mengerti maksud dari apa yang kita bicarakan. Seperti halnya
dengan menulis, tuangkan saja apa yang ingin kita tulis dalam benak kita. Kita
kesampingkan dulu aturan-aturan yang super rumit soal kepenulisan. Aturan yang
dimaksud adalah tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau sekarang disebut
dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), tanda baca, anak kalimat-induk kalimat, dan seterusnya. Kita
kesampingkan bukan berarti kita menghilangkannya. Intinya bagi pemula adalah
menanamkan kecintaan dan kemauan pada dunia menulis dulu.
5) Tuangkan ide segera
dengan menulis.
Menuangkan ide tulisan bisa beragam bentuknya. Apalagi
di era digital dan kecanggihan teknologi serta keterbukaan akses informasi
sekarang, banyak media pembelajaran yang bisa digunakan seperti media sosial,
blog pribadi, dan lainnya. Bagi penulis pemula yang ingin belajar, jangan ragu
mempublikasikan tulisan di blog, hal ini bisa bermanfaat sebagai sarana
belajar, mengasah kemampuan menulis maupun dapat disimpan sebagai arsip.
Kebiasan menulis yang terus dilatih akan menghasilkan kemampuan pengolahan kata
yang lebih baik dan penempatan diksi yang tepat.
6) Miliki hobi membaca untuk
menulis.
Membaca
adalah bahan untuk memperkaya tulisan. Membaca tidak harus bersumber dari buku.
Membaca bisa dilakukan dengan membaca dalam artian sebenarnya ataupun membaca
dalam artian kepekaan untuk melihat situasi dan alam sekitar. Dengan demikian,
tulisan yang dituangkan akan memiliki kekuatan yang mampu menggerakkan
pembacanya
7) Ciptakan suasana menulis yang
nyaman.
Beberapa
orang bisa produktif menulis di ruang kerja yang sepi dan minim gangguan.
Sebagian lagi bisa menulis dengan cepat ketika di suasana ramai seperti sebuah
café. Ada orang yang produktif di malam hari, dan yang lain sangat produktif di
pagi hari. Pada intinya, kita harus mengetahui dalam situasi apa yang paling
cocok untuk menulis. Beberapa hal yang dipertimbangkan bisa berupa waktu,
tempat, kondisi sekitar dan alat.
8) Menulis untuk cita-cita kebaikan jangka panjang.
Helvy
Tiana Rosa, Sastrawan dalam Forum Lingkar Pena, menuturkan bahwa: “Kalau usiamu
tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah”. Menulis akan memperpanjang
keberadaanmu di dunia dan amalmu di akhirat kelak. Seperti yang sudah
disinggung di awal bahwa menulis itu seperti bicara. Perbedaannya adalah
menulis itu abadi karena terikat, sedangkan perkataan akan menguap hilang
ditelan waktu. Rasulullah dalam salah satu hadist bersabda: “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR.
at-Thabarani). Tanpa adanya tulisan, kita tidak mengenal dan mengetahui jejak
peradaban di masa lampau. Salah satu dari kehebatan tulisan diantaranya adalah
dia akan abadi lebih lama dari penulisnya. Oleh karena itu, buatlah tulisan
yang kita harapkan kelak mampu membuat orang yang membaca merasa tergugah,
memberikan dampak dan menjadi solusi.
Jadi, tunggu apalagi?
Selamat mencoba, mulailah menulis dan selamat datang di dunia
penulis. [LTL]





