sumber: google
Hallo
sahabat, ketemu lagi ditulisan perdana saya mengenai tips sederhana memulai
jualan. Ditengah suasana pandemic yang saya sendiri tidak tahu sampai kapan,
membuat kita harus berpikir lebih kreatif untuk menghasilkan cuan dari
penghasilan sampingan jika kita memiliki pekerjaan tetap, ataupun jika menjadi
penghasilan utama bisa menjadikan bisnis kita nanti tidak mati ditengah jalan. Pandemi
bukan akhir dari segalanya, kehidupan terus berlanjut dan mungkin ini adalah
saat yg tepat memulai sesuatu yg baru.
Nah,
tanpa berlama-lama mari kita simak pembahasan berikut ini, cekidot:
1.
"Bercermin dan Ketahui minat diri sendiri "
Sebelum
terjun ke lapangan, mari kita buat analisis sederhana tentang jenis usaha yang
akan sahabat jalani. Pertama, hal sederhana yang perlu sahabat lakukan adalah coba
cari tahu bidang apa yg diminati. Renungkan sejenak, apakah bidang yang selama
ini diminati bisa menjadikan pundi-pundi uang jika diseriuskan, atau jika belum
ada bisa dibalik dengan menjawab pertanyaan akan apakah kelak ide jualan yang
akan dijalani nanti sesuai dengan minat saya sehingga kelak saya menikmati
perjalanan mengembangkannya. Mulai periksa lagi peluang-peluang kecil yg bisa
menambah peluang cuan-cuan datang tanpa perlu banyak modal
2.
Pastikan punya niat yg baik.
Kenapa
disini membahas soal niat atau tujuan? kembali lagi ke langkah awal mengenai
bercermin terhadap minat dalam memulai jualan. Hal selanjutnya yang perlu
sahabat perkuat adalah niat yang baik, sebab jika hanya untuk mendapat uang,
maka akan tidak mudah merasa puas dan tenang. Tapi jika niat sahabat memulai
jualan adalah untuk membantu orang lain ditambah mencari pahala (lillahita'ala
untuk ibadah), maka hati akan mudah merasa tenang serta dipenuhi rasa syukur
saat menjalani jualan.
Nah,
dari langkah nomer 2 tadi ada tiga cara nih yg bisa dilakukan untuk membantu
konsumen dengan mendapatkan produk terbaik:
Pertama : Tanyakan langsung kepada
target market/ calon pembeli.
Sebagai
pedagang, sahabat harus mengenali siapa target market/ calon pembeli dengan
cara: pahami masalahnya atau survey sederhana mengenai apa yang sedang ia
butuhkan, apa yang diharapkan dan produk apa yang pernah ia coba, apa ketidak
puasan yang pernah ia alami terhadap produk tersebut. Jangan lewatkan informasi
sekecil apapun darinya, catat dan ingat baik-baik secara mendetail. Sebab bisa
jadi sahabat menjadi jalan solusinya melalui produk sendiri yang dijual nantinya. Dan dialah yang
menjadi sasaran pembeli pertama. ^_^
#tips:
lakukan obrolan ini pada minimal 5-8 orang.
Kedua: Riset produk yang paling
laku di marketplace.
Ini
adalah jalan ninjaku jika belum bisa
bikin produk sendiri. Setelah mendapat hasil survey tadi sahabat harus
melakukan langkah kedua yakni membuat riset produk terlaku dimarketplace,
dengan cara melakukan urutan pencarian berdasarkan ulasan/penjualan terlaris. Sehingga
dapat dibuat kesimpulan yang lebih mengerucut mengenai produk apa yang akan
sahabat mulai jual dan dapat menghindari produk tidak laku di pasaran.
Ketiga: Gabung dalam program
reseller.
Sahabat
jangan ragu untuk mencari teman seperjuangan. Cari dan ikuti program jualan
yang memiliki grup reseller/ anggota keagenan yang terpercaya dan segera join
didalamnya. Karena biasanya program jualan dengan grup reseller ini akan
dilatih dan diberi motivasi untuk terus beriklan atau membuat penawaran produk minimal
setiap harinya. Belajar terus-menerus dari berbagai orang yang sudah pengalaman
dan mencoba hal-hal baru didalamnya, maka sahabat akan terus merasa bahwa
jualan bukan sekedar tentang closing/ laku terjual saja.
#tips.:
apapun produk yang dijual, ingatlah agar produk tersebut merupakan alat untuk
menjadikan kehidupan pembeli jadi lebih baik.
Oleh
karena itu, jangan sampai kesampingkan kualitas produk dan layanan hanya karena
ingin mengejar keuntungan.
Yang
terpenting sebagai seorang muslim(ah), selalu perhatikan adab dalam
bermuamalah/ mau mempelajari dan menerapkan fiqh muamalah dengan
istiqomah..sehingga berdagang menjadi salah satu jalan ikhtiar kita meraih
Ridho Illahi, agar kita diterima diJannah Nya nanti..
3.
Terima Tantangan
Ingat
sabahat, Berbisnis/ jualan bukan semata mau menerima untungnya saja. Namun juga
perlu kesiapan mental untuk menghadapi pesaing yg sudah terbiasa berniaga. Perlu
strategi dan trik dalam menghadapi tipe dan karakter pembeli hingga pelanggan
maupun sesama penjual yang beraneka ragam. Kita tak akan pernah tau sampai kita
mencobanya. Temukan dan rasakan pengalaman sendiri saat berbisnis. Rumusnya
"Hadapi, Hayati, Nikmati".
4.
Belajar dari pengalaman.
Tahap
selanjutnya adalah, sahabat harus bersiap menjadi pembelajar. Sebab sebaik-baik
ilmu adalah pengalaman dan sebaik-baik
pengalaman adalah yang membawa pada perbaikan. Jadi jangan takut terlambat
memulai, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?
5.
Berbagi dengan sesama rekan bisnis.
Pada
kehidupan ada siklus yg namanya belajar dan mengajarkan. Maka saat sahabat
memulai terjun jualan sebagai pemula ada baiknya memiliki mentor
bisnis/kelompok sehingga jika sedang mengalami titik terendah dalam usaha tidak
lantas menyerah. Penting bagi sahabat, jika muslim, coba ingat-ingat lagi salah
satu hadits yang mengatakan bahwa: "9 dari 10 golongan yang masuk surga
adalah pedagang yang jujur/ amanah". Maka, jadikanlah sahabat bagian dari
jenis pedagang yg layak masuk surga.
5.
Open mind.
Tidak
saklek dan kaku adalah koentji dalam
berbisnis di era sekarang. Dimana persaingan bukan lagi tentang senioritas
namun soal strategi dan ketangguhan dalam berinovasi produk yang dijual. Jadi,
jangan malu belajar tentang bisnis /jualan meski hanya tanya hal yg sepele. Bisa
jadi itu adalah jalan peluang sahabat untuk memulai jualan.
Sebagai
closing statement_
Jangan
ragu atau malu berjualan/bisnis karena ini adalah ibadah agar terwujud salah 1
muwasafst tarbiyah: Qodirun ‘alal
Kasbi
Dan
juga,
Allah
SWT telah menghalalkan praktek jual beli yang sesuai dengan ketentuan
dan syari'atNya.
dalam Surat Al
Baqarah ayat 275 yang artinya:”
… Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… (Q.S.
al-Baqarah: 275)
Selamat
mencoba , semoga cocok yah. Ambil baiknya, perbaiki yang buruk.
Salam
niaga sukses dunia untuk akhirat
sumber: dok.desamind
Ⓛⓘⓝⓓⓐⓒⓗⓐⓝ


