Sabtu, 20 Maret 2021

8 Langkah Praktis Menulis Yang Wajib Diketahui oleh Pemula

 

sumber: google images

Menulis adalah aktivitas literasi yang bisa dilakukan hampir semua kalangan manapun. Apalagi di zaman digital dan serba online sekarang, begitu mudahnya bagi setiap orang untuk mengakses tulisan maupun untuk menulis. Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan setelah kita menulis, salah satunya adalah menjadikan pikiran dan jiwa tenang (self healing). Berikut kita simak langkah-langkah praktis menulis bagi pemula:

1) Miliki kemauan kuat dan menanamkan mindset menulis itu mudah.

“Menulis bukanlah suatu bakat, namun menulis adalah perpaduan latihan dengan waktu yang disediakan”(Ust.Satria Hadi Lubis). Menulis adalah perpaduan dari mindset kita yang kemudian diaplikasikan pada praktek. Menulis akan menjadi mudah selagi kita memiliki sebuah niat, keinginan dan dorongan yang kuat. Kemauan dan tekad yang kuat untuk mau terus belajar dan berlatih mengolah kata menjadi paragraf utuh. Menulis itu mudah dan  menyenangkan. Kalimat ini mampu memberikan cara berpikir yang positif bagi pemula yang ingin belajar menulis.

2) Mulailah menulis.

            Pramudya Ananta Toer, seorang penulis yang sangat produktif dari Blora, pernah berkata “tulislah apa saja yang kau mau tulis, suatu saat nanti pasti ada gunanya”.  Hal ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh pemula : Mulai menulis!. Tulisan yang kita anggap sebagai coret-coretan tak berguna bahkan tidak penting, bisa jadi kelak akan menjadi manfaat bagi pembaca. Kemmpuan dan kualitas tulisan akan  lahir seiring dengan banyaknya kemauan untuk terus menghasilkan  coretan-coretan.

3) Menulis dari tema yang dikuasai.

            Kebanyakan  pemula biasanya mengalami kebingunan tentang, mau menulis apa? Mulai dari mana?, bagaimana cara mengawalinya?. Tenang dulu, jika sedari awal sudah ada niat untuk belajar maka mulailah menulis dari tema yang sudah dikuasai, meski terasa “sepele”. Buatlah satu tulisan untuk satu tema, kumpulkan semua ide dari yang dilihat, dengar dan rasakan. Segera menulis apa yang ingin ditulis, jangan takut salah  karena kuncinya adalah semakin banyak salah akan semakin banyak belajar. Jangan menunggu tulisan yang sempurna, karena tidak ada tulisan yang sempurna.

4) Jangan terpaku pada aturan baku kepenulisan.

            Ketika kita bicara  pasti senang jika orang yang kita ajak bicara mengerti maksud dari apa yang kita bicarakan. Seperti halnya dengan menulis, tuangkan saja apa yang ingin kita tulis dalam benak kita. Kita kesampingkan dulu aturan-aturan yang super rumit soal kepenulisan. Aturan yang dimaksud adalah tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau sekarang disebut dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), tanda baca, anak  kalimat-induk kalimat, dan seterusnya. Kita kesampingkan bukan berarti kita menghilangkannya. Intinya bagi pemula adalah menanamkan kecintaan dan kemauan pada dunia menulis dulu.

5) Tuangkan ide segera dengan menulis.

            Menuangkan  ide tulisan bisa beragam bentuknya. Apalagi di era digital dan kecanggihan teknologi serta keterbukaan akses informasi sekarang, banyak media pembelajaran yang bisa digunakan seperti media sosial, blog pribadi, dan lainnya. Bagi penulis pemula yang ingin belajar, jangan ragu mempublikasikan tulisan di blog, hal ini bisa bermanfaat sebagai sarana belajar, mengasah kemampuan menulis maupun dapat disimpan sebagai arsip. Kebiasan menulis yang terus dilatih akan menghasilkan kemampuan pengolahan kata yang lebih baik dan penempatan diksi yang tepat.

6) Miliki hobi membaca untuk menulis.

            Membaca adalah bahan untuk memperkaya tulisan. Membaca tidak harus bersumber dari buku. Membaca bisa dilakukan dengan membaca dalam artian sebenarnya ataupun membaca dalam artian kepekaan untuk melihat situasi dan alam sekitar. Dengan demikian, tulisan yang dituangkan akan memiliki kekuatan yang mampu menggerakkan pembacanya

7) Ciptakan suasana menulis yang nyaman.

            Beberapa orang bisa produktif menulis di ruang kerja yang sepi dan minim gangguan. Sebagian lagi bisa menulis dengan cepat ketika di suasana ramai seperti sebuah café. Ada orang yang produktif di malam hari, dan yang lain sangat produktif di pagi hari. Pada intinya, kita harus mengetahui dalam situasi apa yang paling cocok untuk menulis. Beberapa hal yang dipertimbangkan bisa berupa waktu, tempat, kondisi sekitar dan alat.

8) Menulis untuk cita-cita kebaikan jangka panjang.

            Helvy Tiana Rosa, Sastrawan dalam Forum Lingkar Pena, menuturkan bahwa: “Kalau usiamu tak mampu menyamai usia dunia, maka menulislah”. Menulis akan memperpanjang keberadaanmu di dunia dan amalmu di akhirat kelak. Seperti yang sudah disinggung di awal bahwa menulis itu seperti bicara. Perbedaannya adalah menulis itu abadi karena terikat, sedangkan perkataan akan menguap hilang ditelan waktu. Rasulullah dalam salah satu hadist bersabda: “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. at-Thabarani). Tanpa adanya tulisan, kita tidak mengenal dan mengetahui jejak peradaban di masa lampau. Salah satu dari kehebatan tulisan diantaranya adalah dia akan abadi lebih lama dari penulisnya. Oleh karena itu, buatlah tulisan yang kita harapkan kelak mampu membuat orang yang membaca merasa tergugah, memberikan dampak dan menjadi solusi.

Jadi, tunggu apalagi?

Selamat mencoba, mulailah menulis dan selamat datang di dunia penulis. [LTL]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar