Sabtu, 11 September 2021

Berlelah-lelah Dalam Menginspirasi Lalu Terinspirasi, Atau Berleha-leha Menunggu Hingga Usia Lelah di Akhir Nanti

 
Setiap manusia adalah inspirasi, tidak ada sesuatu hal terjadi hanya “kebetulan”.

Allah SWT telah menjelaskan bahwa "tidaklah Allah menciptakan/menjadikan sesuatu itu sia-sia melainkan ada hikmahnya" (QS.Ali Imran ayat 191)''. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."

Semua pasti sudah tertulis dalam “takdir”. Maka, ibarat puzzle, kita ada di semesta untuk saling melengkapi.

Tidak ada celah kesombongan saat merasa bahwa kita semua saling berproses menuju “keadaan yang lebih baik”.

Setiap sinergi dan kolaborasi dapat tercipta dengan apik bila tak ada gengsi yang menyertai.

Selayaknya kita harus menyadari, bahwa adanya kita saat ini dan dalam kondisi hingga seperti ini pasti ada karena bantuan serta peran dari orang lain. Maka tak dapat dipungkiri, kehadiran kita ditengah manusia yang lain adalah saling memberi manfaat melalui kontribusi dalam peran apapun kita nanti.

Kebaikan yang ditebarkan, pengorbanan yang disedekahkan, kelak akan membawa pada pemberat timbangan untuk garansi hidup yang lebih baik berupa jaminan surga dan kemenangan agung.

Hidup dengan memberi kemudahan bagi yang lain, semoga akan mendatangkan jalan-jalan kemudahan bagi lika-liku kehidupan di masa nanti.
 
“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat.” (HR: Tirmidzi : 1853)

 Ada yang sibuk dengan pencapaian hidup untuk  menciptakan privilege dirinya sendiri, tidak salah. Ada yang berjuang dengan mengukir kontribusi demi meninggalkan manfaat setelah usai usia hidup di dunia, tak masalah.

Setiap orang berhak atas kehidupannya, hanya saja setiap keputusan akan dibebankan atas pertanggungjawabannya.

Tidak ada benar salah dalam keputusan, yang ada “sudah tahu” dan “belum tahu”. Tugas manusia hanyalah mencari tahu, lalu mengambil langkah selanjutnya.

Bagaimanapun kita dilahirkan saat ini, jalankanlah peran terbaik. Ingat selalu, bahwa hasil tak akan mengkhianati proses. Apapun yang terjadi, pada akhirnya adalah yang terbaik porsinya bagi kita untuk saat ini.

Setiap proses adalah penghargaan untuk diri yang tidak pernah berhenti belajar dan berjuang. Pencapaian adalah bentuk kepastian dari hasil berproses. Jatuh dan bangkit dalam proses tak akan menjadi sia-sia saat pencapaian itu dirasakan. Sebab makna dari berproses ada saat kita mau bangkit saat terjatuh berkali-kali.

Yakinilah bahwa tiada peran terkecil dalam menebar kontribusi. Hanya saja berbeda jalan dan tempatnya. Semua dalam  tujuan yang sama menjadi pribadi yang lebih baik dan hamba paling taat.

Kurangi mengeluh, teruslah berdoa dan berusaha dengan sebaik-baiknya. Sibukkan diri dalam kebaikan, hingga keburukan lelah mengikutimu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tetapi siapa yang mau berbuat baik. Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik. Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa dihargai. Orang baik tidak pernah merasa rugi.

Live on your beliefs, dreams or values. When you feel fear, doubt of yourself. Always remember, those limitations are only in your mind. Proloung your prayer, connect your heart to your Lord. Then ask God The Almighty to ease your journey, your process and guide your way. Because God’s power is limitless.

Focus on your part things that you can control. Your courage, your genuine intention, your prayer, your effort, your action, your improvement. Then let God gives you the best result. Tawakkal. Trust in God’s perspectives. Because whatever it is. God’s choice is always the best for you.

[happynotes]
#keepmovingkeepgrowing

2 komentar: